LANZURI.COM: Sinopsis Novel google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Showing posts with label Sinopsis Novel. Show all posts
Showing posts with label Sinopsis Novel. Show all posts

Friday, November 22, 2013

SINOPSIS NOVEL SEBELAS MARET KARYA ANDREA HIRATA

 Sinopsis Novel Sebelas Maret

Sebelas patriot adalah sebuah novel karya andrea hirata. Di dalamnya menceritakan tentang kehidupan seorang anak bernama ikal tentang kebanggannya terhadap PSSI. Dari sebuah album foto yang tidak sengaja ia temukan di atas almari ayahnya Ikal bangga terhadap ayahnya juga dengan PSSI. Karena di foto tersebut tersimpan sejarah ketika ayah ikal sebagai seorang pemain sepak bola yang andal. Dulu ketika ayah ikal mudah. Pernah menjadi seorang pemain bola terbaik di zamannya, bersama dua saudaranya. posisi sayap kiri yang dipegang ayah ikal dan posisi tengah dan kedua pamannya sebagai gelandang dan sayap kanan. Tiga pemain ini pada zaman pemerintahan belanda dulu notabennya sebagai pekerja kuli parit. Berita tantang tiga bersaudara tersebut sampai pada telinga van holden dan langsung menyaksikan pertandingan tersebut, yaitu pertandingan untuk memperingati ratu belanda. Pertandingan antara pemuda belanda dengan tim kuli parit. Pertandingan tersebut sempat mendapat intimidasi dari pihak belanda bahwa ketiga bersaudara tidak boleh main, sang pelatih amin sampai dipanggil. Tapi ketiga saudara itu tidak mau tahu tetep bersi keras ingin main dalam pertandingan melawan belanda dan tidak mau menjadi pemain dibangku candangan. Alhasil pemain pemuda belanda dipermalukan tim parit. Berkat sontekan dari gelandang tengah dari tiga bersaudara dan saat itu juga tim parit merasakan kemerdekaan. Mereka merasakan kemerdekaan di lapangan hijau atas kemengan yang diperolehnya.

baca juga  Cara Mengatasi Mabuk Laut
                 Nasihat untuk pasangan muda



Keesokan harinya pelatih amin dan tiga bersaudara babak belur ketika keluar dari tangsi. Atas perintah dari distric behendeer pelatih amin dan tiga saudara itu dibuat babak belur, dibuat sengsara oleh pemerintahan belanda kaki ayah ikal menjadi saksinya, saksi kebiadaban orang belanda yang telah membuatnya pincang. Perjalanan hidup ayahnya di masa silam menjadi motivasi ikal untuk menjadi pemai sepak bola. menjadikan dirinya semakin cinta pada ayahnya dan cinta pada PSSI. Ikal juga mengikuti tes pemilihan pemain PSSI mengikuti seleksi dari tahap awal hingga akhir, tapi nasib berkata lain ikal dimata para pelatih PSSI tak layak masuk kedalam pemain PSSI karena kemampuan yang masih kalah dengan pemain lain. kegagalan yang dialami ikal tak membuatnya benci terhadap PSSI. Dia justru bangga terhadap PSSI dan semakin cinta terhadap PSSI. Karena ayahnya selalu bangga terhadap PSSI itu yang membuat Ikal menjadi fans berat PSSI.

baca juga  Game Android Mirip House Flipper
                 Bus Simulator Indonesia Terbaik Android



Ketika ikal merantau di Universitas Sorbone, Perancis. Ikal mengikuti sebuah kegiatan yaitu menjadi seorang backpacker. Bersama Arai, Ikal menjelajahi afrika dan eropa. Tujuan Negara yang ingin dikunjungi ikal yaitu spanyol dia ingin singgah di kota Madrid, salah satu club dikota itu menjadi kebanggan ayah ikal yaitu Real Madrid. Ikal dan Arai berpisah ditengah jalan karena tujuan kota yang diminatinya berbeda. Ikal ingin ke Madrid sedangkan Arai ingin ke Alhambra. Di kota Madrid Ikal mendapat kenalan bernama Adriana seorang perempuan yang gemar dengan bola. selain penggemar bola dia berprofesi sebagai penjaga toko resmi kepunyaan Real Madrid. Perkenala itu berawal ketika ikal akan membeli sebuah kaos bola bertanda tangan Luis Figo. Pertama kali pertemuan itu Adriana menawarkan sebuah kaos bertanda tangan Luis Figo, tapi dengan harga yang berlipat lebih mahal dibanding kaos tak bertanda tangan. Kemudian ikal berjanji pada Adriana bahwa dirinya akan kembali lagi kesini untuk membeli kaos bertanda tangan Luis Figo. Ikal bekerja mati-matian untuk memperoleh uang 250 Euro. Ikal rela menjadi kacung serta pembantu rumah tangga untuk mendapatkan uang 250 Euro. Sebuah kaos Luis Figo yang bertanda tangan untuk dihadiahkan kepada ayahnya, karena ikal tahu bahwa ayahnya penggemar berat Luis Figo setelah menggemari PSSI. Selama bekerja keras akhirnya Ikal mendapatkan uang tersebut dan langsung meluncur ke toko resmi Real Madrid. Sampai disana kaos yang diincarnya ternyata sudah menghilang dari tempatnya. Ikal sempat merasa sedih bahwa dirinya telah gagal mendapatkan kaos bertanda tangan Luis Figo, akan tetapi kaos tersebut ternyata sengaja disimpan oleh Adriana untuk Ikal. Dia tahu bahwa Ikal akan kembali kesini dan membeli kaos bertanda tangan lusi figo. Ikal merasa senang sekali ketiak kaos bertanda tangan Luis Figo berada ditangannya. Dari permulaan itu Ikal semakin akrab dengan Adriana dan sempat diajaknya secara langsung menonton pertandinagn Real Madrid VS Valencia. di depan kepalanya sendiri serta melihat langsung sepak terjang Luis Figo di lapangan hijau.

Esok harinya Ikal mengirimkan Kaos bertanda Tangan Luis Figo untuk ayahnya dan kaos Barcelona untuk pelatih Toharun. Ikal juga mengirim surat pada ayahnya yang isi bahwa dia berada di Estadio Santiag dan dilampiri foto ikal saat berpose di dapan stadion kebanggan ayahnya itu. di spanyol ikal selalu merindukan ayah dan bertanya-tanya apakah ayah masih mengikuti pertandingan PSSI? Apakah kaki kirinya bergerak melihat pertandingan itu? betapa ikal sangat merindukan ayahnya saat berada di kota kebanggaan ayahnya yaitu Real Madrid.

Kondisi Sosial Budaya pada Novel Sebelas Patriot

Pada novel ini kondisi sosial budaya terbagi menjadi tiga, yakni kondisi (a).sosial pada zaman pemerintahan belanda, (b). kondisi sosial ketika ikal tumbuh sejak kecil hingga dewasa di Belitong,(c). kondisi sosial budaya ketika ikal merantau ke eropa.

a. Kondisi sosial budaya zaman pemerintahan belanda di Belitong

Pada zaman pemerintahan belanda di belitong diceritakan bahwa para penduduk belitong dipaksa untuk kerja rodi. “dalam putaran kerakusan nan dahsyat itu anak-anak lelaki melayu dibawah umur diseret ke parit-parit tambang untuk kerja rodi”( hal 6). Para penduduk diperas tenaganya hanya untuk memberi keuntungan kepada belanda. Harga diri rakyat belitong diinjak-injak oleh belanda. Masalah sepele yang dibuat oleh orang Indonesia selalu dibesar-besarkan. Keadaan sosial pada saat itu sangat memprihatinkan. Seluruh kekeyaan alam terutama timah yang ada di belitong dikeruk habis. “telah kutemukan dalam buku sejarah, bahwa timah berlimpah di pulau kami­­ belitong membuat belanda bernafsu mengeruk sebanyak-banyaknya” (hal.5).

Anak-anak kecil dipaksa meninggalkan rumah untuk dijadikan pekerja bagi belanda. Bahkan ayah ikal dan kedua saudaranya mengalami nasib pahit tersebut di era pemerintahan belanda. “ketiga anak itu bergabung dengan ratusan anak seusia mereka, bergelimang lumpur, membanting tulang sepanjang waktu (hal.6). Para penduduk juga tak tinggal diam. Meraka mencoba melawan tindasan belanda terhadap rakyat belitong. Tetapi akhirnya juga kalah. Perjalanan waktu yang terus berlalu, tertindas terus menerus oleh belanda rakyat menemukan taktik tersendiri untuk melawan belanda yaitu “para penyelam tradisi onal melawan dengan membocorkan kapal-kapal dagang belanda yang mendekati perairan belitong. Para pemburu meracuni sumur-sumur yang akan dilalui tentara belanda. Para imam membangun pasukan rahasia di langgar-langgar. Para kuli parit tambang melawan dengan sepak bola (hal.7). para kuli parit yang melawan belanda melalui sepak bola adalah ayah ikal sendiri dan kedua saudaranya.

Pada zaman pemerintahan belanda, ayah ikal dan kedua saudara kandungnya menjadi bintang sepak bola saat kelihainnya dalam bermain bola disanjung oleh masyarakat. Sampai-sampai Van Holden ingin menyaksikannya sendiri,. ( Van Holden sengaja datang ke lapangan sepak bola untuk menyaksikan anak-anak muda itu bermain (hal.17). Van Holden terpana melihat kepiawaian tiga bersaudara itu menggiring bola. sayap kiri ayah ikal, gelandang dan sayap kanan. Pada suatu ketika ketiga saudara tersebut dilarang bermain bola saat pertandingan melawan pemuda belanda. Tapi ketiga saudara itu tetap bersikeras dalam mengikuti pertandingan dengan modal nekat. ketiga saudara itu bermain dengan pemuda belanda dan memalukannya di mata orang banyak. Saat seperti itulah sebuah kemerdekaan muncul walaupun hanya di lapangan.

Akibar dari kenekatan ketiga pemuda itu, sebagai gantinya tentara belanda membuat ketiga pemain tersebut babak belur dan juga pelatihnya.

b. Kondisi sosial dan budaya ketika ikal tumbuh dari kecil hingga dewasa di Belitong.

Sepak bola telah mendarah daging pada diri ikal. Posisi sayap kiri telah ikal miliki. Dulu ayahnya posisi sama seperti ikal tapi dulu waktu menjadi Tim Parit. “PSSI untuk menggantikkan posisi ayah yang telah dirampas belanda. Aku harus menjadi pemain PSSI! Apapun yang terjadi”(hal. 38). Ikal bersikeras ingin menjadi pemain PSSI. Keinginannya yang kuat itu di dorong oleh motivasi tentang kehidupan ayahnya dulu, dan ingin meneruskan perjuangannya.

Kondisi budaya sosial pada saat itu, seorang ikal mati-matian ingin menjadi pemain sepak bola. dia menganggap bahwa sepak bola adalah agama keduanya. “sepak bola adalah agama kedua kami setelah Islam” (hal.37). betapa tingginya sepak bola di mata ikal. Pengaruh sosial budaya di masa lampau membuat ikal segila ini dengan bola. dia rela berjualan roti untuk mendapatkan sepasang sepatu bola. “sejak itu aku dan mahar menjujung kue lebih banyak dan berjualan keliling kampung lebih rajin demi membeli sepatu bola”(hal. 41), yang membuat ikal segila itu memengaruhi pandangannya bahwa sepak bola adalah agama kedua, yakni seorang ayah yang menjadi pejuang bola saat penjajahan Belanda.

baca juga  APLIKASI PENGHASIL UANG WOWAPP
                 FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH



Gemblengan dari pelatih Toharun membantu membentuk jati seorang sepak bola. terutama gemblengan yang diberikan pada ikal dan teman-temannya. Ketika mahar cengengesan dia kena semprot. “apa katamu!? Anak keenam!? Aku tak peduli kau anak berapa! Aku tak peduli ibumu ikut KB atau tidak! Itu urusan rumah tanggamu! Ini lapangan sepak bola! apa kau pikir ini Puskesmas!? Nomor urut!” (hal.40). keadaan sosial dalam pelatihan sepak bola sangat keras. Ikal diberi latihan push up dengan bertumpu tangan kiri. Pelatih menyuruhku push up dengan bertumpu sebelah tangan kiri (hal.42). tidak hany itu saja pelatih Toharun memerintahkanku untuk menggunakan bagian kiri pada tubuhku agar kemampuan pada posisi sayap kiri semakin matang.

Seleksi PSSI telah diikuti ikal, ikal terpompa semangatnya agar bisa masuk kedalam tubuh PSSI. Seleksi dari tahun ketahun telah dilaluinya, akan tetapi ikal gagal dan harus mengakui kemampuan saingannya yang lebih baik. Kepribadian ikal dalam bermain bola terbentuk dari didikan keras oleh pelatih toharun. Berbagai pertandingan telah dilalui bersama pelatih Toharun.

c. Kondisi sosial budaya ketika di benua eropa

Kondisi sosial di benua eropa sangat berbeda dengan kondisi budaya di Belitong. Ikal melakukan sebuah perjalanan jauh dari perancis menjelajahi eropa, menjadi seorang backpacker. Ikal ingin menuju ke Madrid. Dimana kota yang menghasilkan pemain sepak bola yang digandrungi oleh ayahnya. Ikal dengan arai menuju ke Spanyol tapi mereka berdua berbeda tujuan. Setelah hampir sebulan berkelana, kami sampai di spanyol dan harus berpisah arah untuk sementara. Arai meminati Alhambra dan aku harus kemadrid.(hal.70). tujuan ikal kemadrid yaitu untuk membelikan kaos bertanda tangan luis figo yang akan dihadiahkan untuk ayahnya. Ikal mendapat kaos bertanda tangan itu dengan susah payah, dia harus bekerja seperti kacung menjadi pembantu untuk mencari uang 250 euro. Akhirnya ikal bisa membeli kaos bertanda Tangan Lusi Figo, berkat bantuan andriana. Menyembunyikan kaos yang di pajang untuk ikal. Karena Adriana yakin ikal akan kembali. Dari awal seperti itu persahabatan ikal dengan penjaga toko bernama Adriana tumbuh menjadi seorang yang kenal akrab. Mereka saling mencintaim tapi dalam sepak bola. tidak selebih perasaan dari hati.

Ikal diajak Adriana menonton secara live Real Madrid vs Valencia Ikal merasa senang karena dapat melihat langsung serpak terjang Luis Figo. Pemaian favorit ayahnya. Sosial budaya di daerah eropa sangat memengaruhi pola kehidupan ikal. Kehidupan ikal begitu keras menjadi backpacker, yang lebih memengaruhi lagi dalam hubungan sosial budaya dalam pada tokoh yang bernama ikal yakni, sejarah ayahnya di masa pemerintahan belanda dan kehidupannya saat dikampung belitong dididik oleh pelatih tohari yang keras dan displin, membuatnya menjadi seorang pekerja keras.

baca juga ANALISIS ASPEK GRAMATIKAL DAN ASPEK LEKSIKAL PADA LAGU “YANG TERDALAM” PETERPAN

Pengertian arsip


Tuesday, November 19, 2013

SINOPSIS NOVEL AZAB DAN SENGSARA



Assalamualaikum wr,wb sob. kali ini ane mau pos tugas ane daripada makan sendiri lebih baik ane bagi heheheh to the point aja ya sob


Sinopsis Novel Azab dan Sengsara


(Kisah Kehidupan Seorang Gadis)

Pengarang : Merari Siregar

Penerbit : Balai Pustaka



Aminuddin adalah anak Baginda Diatas, seorang kepala kampong yang terkenal kedermawanan dan kekayaannya. Masyarakat disekitar Sipirok amat segan dan hormat kepada keluarga itu. Adapun Mariamin, yang masih punya ikatan dengan keluarga itu, kini tergolong anak miskin. Ayah Mariamin, Sutan Baringin almarhum, sebenarnya termasuk keluarga bangsawan kaya. Namun, karena semasa hidupnya terlalu boros dan serakah, ia akhirnya jatuh miskin dan meninggal dalam keadaan demikian.



Bagi Aminuddin, kemiskinan keluarga itu tidaklah menghalanginya unuk tetap bersahabat dengan Mariamin. Keduanya memang sudah berteman akrab sejak kecil dan terus meningkat hingga dewasa. Tanpa terasa benih cinta kedua remaja itu pun tumbuh subur. Belakangan, mereka sepakat untuk hidup bersama, membina rumah tangga. Aminuddin pun berjanji hendak mempersunting gadis itu jika kelak ia sudah bekerja. Janji pemuda itu akan segera dilaksanakan jika ia sudah mendapat pekerjaan di Medan. Aminuddin segera mengirim surat kepada kekasihnya bahwa ia akan segera membawa Mariamin ke Medan.



Berita itu tentu saja amat menggermbirakan hati Mariamin dan ibunya yang memang selalu berharap agar kehidupannya segera berubah. Setidak-tidaknya, ia dapat melihat putrinya hidup bahagia. Niat Aminuddin itu disampaikan pula kepada kedua orang tuanya. Ibunya sama sekali tidak berkeberatan. Bagaimanapun, almarhum ayah Mariamin masih kakak kandungnya sendiri. Maka, jika putranya kelak jadi kawin dengan Mariamin, perkawinan itu dapatlah dianggap sebagai salah satu usaha menolong keluarga miskin itu.


Namun, lain halnya pertimbangan Baginda Diatas, Ayah Aminuddin. Sebagai kepala kampung yang kaya dan disegani, ia ingin agar anaknya beristrikan orang yang sederajat. Menurutnya, putranya lebih pantas kawin dengan wanita dari keluarga kaya dan terhormat. Oleh karena itu, jika Aminuddin kawin dengan Mariamin, perkawinan itu sama halnya dengan merendahkan derajat dan martabat dirinya. Itulah sebabbya, Baginda Diatas bermaksud menggagalkan niat putranya.



Untuk tidak menyakiti hati istrinya, Baginda Diatas mengajaknya pergi ke seorang dukun untuk melihat bagaimana nasib anaknya jika kawin dengan Mariamin. Sebenarnya, itu hanya tipu daya Baginda Diatas. Oleh karena sebelumnya, dukun itu sudah mendapat pesan tertentu, yaitu memberi ramalan yang tidak menguntungkan rencana dan harapan Aminuddin. Mendengar perkataan si dukun bahwa Aminuddin akan mengalami nasib buruk jika kawin dengan Mariamin, ibu Aminuddin tidak dapatberbuat apa-apa selain menerima apa yang menurut suaminya baik bagi kehidupan anaknya.


Kedua orang tua Aminuddin akhirnya meminang seorang gadis keluarga kaya yang menurut Baginda Diatas sederajat dengan kebangsawanan dan kekayaannya. Aminuddin yang berada di Medan, sama sekali tidak mengetahui apa yang telah dilakukan orang tuanya. Dengan penuh harapan, ia tetap menanti kedatangan ayahnya yang akan membawa Mariamin.


Selepas peminangan itu, ayah Aminuddin mengirim telegram kepada anaknya bahwa calon istrinya akan segera dibawa ke Medan. Ia juga meminta agar Aminuddin menjemputnya di stasiun. Betapa sukacita Aminuddin setelah membaca telegram ayahnya. Ia pun segera mempersiapkan segala sesuatunya. Ia membayangkan pula kerinduannya pada Mariamin akan segera terobati.


Namun, apa yang terjadi kemudian hanyalah kekecewaan. Ternyata, ayahnya bukan membawa pujaan hatinya, melainkan seorang gadis yang bernama Siregar. Sungguhpun begitu, sebagai seorang anak, ia harus patuh pada orang tua dan adapt negerinya. Aminuddin tidak dapat berbuat apa-apa selain menerima gadis yang dibawa ayahnya. Perkawinan pun berlangsung dengan keterpaksaan yang mendalam pada diri Aminuddin. Berat hati pula ia mengabarkannya pada Mariamin.


Bagi Mariamin, berita itu tentu saja sangat memukul jiwanya. Harapannya musnah sudah. Ia pingsan dan jatuh sakit sampai beberapa lama. Tak terlukiskan kekecewaan hati gadis itu. Setahun setelah peristiwa itu, atas kehendak ibunya, Mariamin terpaksa menerima lamaran Kasibun, seorang lelaki yang sebenarnya tidak diketahui asal-usulnya. Ibunya hanya tahu, bahwa Kasibun seorang kerani yang bekerja di Medan. Menurut pengakuan lelaki itu, ia belum beristri. Dengan harapan dapat mengurangi penderitaan ibu-anak itu, ibu Mariamin terpaksa menjodohkan anaknya dengan Kasibun. Belakangan diketahui bahwa lelaki itu baru saja menceraikan istrinya hanya karena akan mengawini Mariamin.


Kasibun kemudian membawa Mariamin ke Medan. Namun rupanya, penderitaan wanita itu belum juga berakhir. Suaminya ternyata meng

idap penyakit berbahaya yang dapat menular bila keduanya melakukan hubungan suami-istri. Inilah sebabnya, Mariamin selalu menghindar jika suaminya ingin berhubungan intim dengannya. Akibatnya, pertengkaran demi pertengkaran dalam kehidupan rumah tangga itu tak dapat dihindarkan. Hal yang dirasakan Mariamin bukan kebahagiaan, melainkan penderitaan berkepanjangan. Tak segan-segan Kasibun menyiksanya dengan kejam.


Dalam suasana kehidupan rumah tangga yang demikian itu, secara kebetulan, Aminuddin dating bertandang. Sebagaimana lazimnya kedatangan tamu, Mariamin menerimanya dengan senang hati, tanpa prasangka apa pun. Namun, bagi Kasibun, kedatangan Aminuddin itu makin mengobarkan rasa cemburu dan amarahnya. Tanpa belas kasihan, ia menyiksa istrinya sejadi-jadinya.


Tak kuasa menerima perlakuan kejam Kasibun, Mariamin akhirnya mengadu dan melaporkan tindakan suaminya kepada polisi. Polisi kemudian memutuskan bahwa Kasibun harus membayar denda dan sekaligus memutuskan hubungan tali perkawinan dengan Mariamin.


Janda Mariamin akhirnya terpaksa kembali ke Sipirok, kampong halamannya. Tidak lama kemudian, penderitaay yang silih berganti menimpa wanita itu, sempurna sudah dengan kematiannya. “Azab dan sengsara dunia ini telah tinggal di atas bumi, berkubur dengan jasad yang kasar itu.”