LANZURI.COM: Pmbelajaran
Showing posts with label Pmbelajaran. Show all posts
Showing posts with label Pmbelajaran. Show all posts

Thursday, April 11, 2019

Pengertian Etika Normatif


Apa yang dimaksud dengan Etika Normatif? Kelompok  ilmu pengetahuan mengenai kesusilaan yang lain tidaklah mengandung watak deskriptif, melainkan normatif. Kelompok ini mendasarkan diri pada sifat hakiki kesusilaan bahwa di dalam perilaku serta tanggapan-tanggapan kesusilaanya, manusia menjadikan norma-norma kesusilaan sebagai panutannya.Setiap ilmu pengetahuan, tidak terkecuali juga ilmu pengetahuan deskriptif mengenai kesusilaan yang beraneka ragam, mestinya memperhitungkan kenyataan ini; seharusnya ilmu-ilmu pengetahuan itu memperhatikan hal tersebut ketika melukiskan objeknya.Tetapi ilmu pengetahuan ini tidak lebih sekedar menetapkan faktanya, tanpa membicarakannya lebih lanjut.Ilmu-ilmu pengetahuan tersebut semuanya tidak ada yang mempertanyakan benar tidaknya, melainkan mengambil kedudukan yang tidak memihak.

Berdasarkan sudut pandang ilmiah, yaitu sudut pandangan seorang penonton, etika menetapkan bahwa manusia memakai norma-norma sebagai panutannya, tetapi tidak memberikan tanggapan mengenai kelayakan ukuran-ukuran kesusilaan.Sah tidaknya norma-norma tetap tidak dipersoalkan; yang diperhatikan hanya berlakunya.

Kiranya sudah jelas, sikap tidak memihak yang diambil oleh seorang penyelidik tidaklah berarti bahwa secara pribadi ia tidak mempunyai pertimbangan kesusilaan. Tidak seorang pun dapat terhindar dari pertimbangan-pertimbangan semacam ini.Dan di samping itu, seorang penyelidik memerlukan keinsyafan tentang baik dan buruk dan dengan demikian merupakan makhluk susila, justru mengingat objek yang diselidikinya. Sesorang manusia yang tidak susila tidak akan mampu memberikan pertimbangan mengenai kesusilaan secara lebih lurus, bisa disebandingkan seorang buta yang memberikan pertimbangan mengenai warna. Seorang yang sama sekali tidak punya rasa seni suara kiranya sukar sekali dapat ditugasi menganalisa sebuah simfoni karya Beethoven. Bahkan seyogyanya seorang ahli etika ketika  melukiskan moral tertentu mempunyai pertalian sekadarnya dengan moral tersebut. Seorang akan sulit sekali menghayati sesuatu, bila ia sama sekali tidak mendasarkan diri atas hal itu.

Itulah sebabnya mengapa kita sering menyaksikan adanya penggambaran yang salah, bila seseorang dari luar lingkungan yang bersangkutan melukiskan gejala kesusilaan tertentu, meskipun ia sangat mahir dan beriktikad baik. Memang dikehendaki agar seorang ahli etika tidak membiarkan penilaian-penilaian pribadinya mempengaruhi pertimbangan-pertimbangan ilmiahnya, bahkan diisyaratkan agar ia melakukan “epoche” atau menghindari pemberian tanggapan. Tetapi seorang ahli etika dapat juga mengambil sikap lain, dan meninggalkan pendirian yang netral, yaitu pendirian sebagai seorang pegamat.

Dalam hal ini ia bertolak dari pendirian bahwa moral tertentu benar. Artinya, norma-norma kesusilaan tertentu dipandang tidak hanya merupakan fakta, melainkan juga bersifat layak, dan karenanya berlaku sah. Dengan demikian ia telah berpihak, karena memberikan persetujuan kepada moral tertentu. Tetapi berhubung ia hendak bekerja secara ilmiah, maka persetujuan yang telah diberikannya dipakai sekedar sebagai titik tolaknya. Selanjutnya ia merenungkannya, melukiskan, menjelaskan serta memberikan dasar-dasar terhadap moral tertentu ini, yang ia hayati serta ia jadikan pedoman hidupnya, dan melakukan hal-hal lain sejauh yang dimungkinkan. Kiranya jelas, secara demikian akan muncul bentuk etika yang lain dibanding yang disebut di atas.

Pada mulanya perbedaan tersebut belum tentu terlihat.Berdasarkan pendirian yang disebut belakangan tati orang juga mengadakan analisa, melakukan penataan, menghubungkan bagian yang satu dengan bagian yang lain, dan sebagainya. Namun segera akan tampak perbedaanya, di sini seorang ahli etika tidak hanya memberikan pertimbangan-pertimbangan ilmiah, melainkan juga pertimbangan-pertimbangan kesusilaan. Umpamanya, ia tidak sekedar mengatakan bahwa dalam lingkungan moral tertentu poligami dilarang, melainkan juga mengatakan bahwa larangan tersebut memang tepat. Mungkin saja ia tidak secara tegas-tegas mengatakan hal itu, namun setiap kali penilaiannya tersebut dapat dibaca dalam apa yang tersirat. Juga hal ini jelas tampak dalam sikap seorang ahli etika yang menolah pendapat-pendapat kesusilaan yang lain daripada pendapat-pendapat yang dipandangnya layak.

Ini menunjukkan bahwa etika dalam arti yang demikian tadi tampil berdasar kewibawaan. Sesungguhnya kewibawaan inibersifat derivatif, yaitu dijabarkan dari moral yang ia gambarkan, namun memang keyakinan yang derivatif itulah  yang ingin dimilikinya. Dengan kata lain etika semacam ini tidak hanya sekedar bersifat deskriptif, melainkan juga bersifat normatif; ia tidak hanya melukiskan apa yang berlaku melainkan mempertahankan berlakunya itu; ia tidak hanya mengatakan; demikianlah keadaannya, melainkan juga demikianlah seharusnya; ia tidak hanya memberitahukan pengetahuan melainkan hendak mewartakan suatu ajaran.

Oleh sebab itu, etika ini sekedar merupakan ilmu pengetahuan mengenai kehidupan praktik, melainkan juga bersifat praktik, karena langsung tertuju pad praktek.Ia bertolak dari kehidupan dan secara demikian sangat erat pertaliannya dengan kehidupan, barangkali lebih dekat dibanding ilmu pengetahuan lain yang mana pun. Inilah yang merupakan daya tariknya, karena tidak sekedr merupakan graue theorie (teori yang samar-samar). Tetapi juga membawa serta bahaya, hawa nafsu, pamrih, prasangka, dan sebagainya lebih mudah mengeruhkannya dibanding yang dapat terjadi pada ilmu-ilmu pengetahuan yang lain.

Kiranya jelas bahwa etika normative tidak dapat sekedar melukiskan susunan-susunan formal kesusilaan.Ia menunjukkan perilaku manakah yang baik dan perilaku manakah yang buruk, yang demikian ini kadang-kadang disebut ajaran kesusilaan, sedangkan etika deskriptif disebut juga ilmu kesusilaan. Yang pertama senantiasa merupakan etika material.

Mungkin timbul pertanyaan apakah etika normative merupakan ilmu pengetahuan.Pertanyaan ini lebih mencekam lagi karena biasanya etika dibicarakan sebagai bagian filsafat atau teologi, orang dapat mempertanyakan apakah filsafat dan teologi merupakan ilmu pengetahuan.Jawaban atas pertanyaan ini tergantung pada isi yang diberikan kepada pengertian ilmu pengetahuan.Apabila yang dimaksudkan sebagai ilmu pengetahuan ialah ilmu alam dan juga seandainya ilmu sejarah termasuk di dalamnya, maka etika normative bukan merupakan ilmu pengetahuan.Teologi, filsafat dan juga etika normative memperhatikan kenyataan-kenyataan, yang tidak dapat ditangkap dan diversifikasi secara empiric.Namun masih menjadi tanda Tanya apakah kesulitan ini dijadikan keberatan yang tidak dapat diatasi, sehigga pengertian ilmu pengetahuan hanya terbatas meliputi ilmu-ilmu pengetahuan empiric.

Mungkin juga ada pendirian yang lebih luas mengenai ilmu pengetahuan; menurut pendirian ini sesungguhnya ilmu pengetahuan ialah kecenderungan akan kebenaran yang terlatih secara metodik. Ilmu pengetahuan dapat dikatakan ada bila manusia berusaha untuk mengetahui kebenaran dengan segenap tenaga serta sarana yang dipunyainya, serta terlatih dalam menggunakannya, menurut metode-metode yang khusus.Sudah tentu metode yang dipakai harus disesuaikan dengan objeknya. Apabila etika normative mempunyai objek yang berjenis khusus, maka ia harus mengembangkan metode tersendiri. Tetapi ia tetap merupakan ilmu pengetahuan, selama bertolak dari pengalaman, meskipun pengalaman semacam ini berupa pengalaman khusus dan cara berpikir hendak menembus ke dalamnya.

Di dalam telaah-telaah berikut, sebagian besar kita berkecimpung dalam bidang etika deskriptif, meskipun di sana sini dengan sendirinya akan tampak pendirian penulis. Dalam hal ini sikap menghindari pemberian tanggapan dipermudah karena kita membicarakan sesuatu moral tertentu.Dengan demikian kita melukiskan kesusilaan pada umumnya, setidaknya seperti yang dipahamkan orang dalam lingkungan kebudayaan kita dan juga di luarnya.Maka kita tetap berada dalam bidang etika formal serta berada di luar bidang etika material.

Manakala kita memasuki juga bidang etika material, akan jaul lebih sukar untuk tidak memberikan pertimbangan dari sudut pangangan tertentu. Memang dalam bagian pertama yang bersifat fenomenalogik dimungkinkan dan bahkan dperlukan untuk bersikap menghindari pemberian tanggapan, karena yang menjadi masalah di sini ialah sekedar memberikan penggambaran secara tepat.Dalam bagian kedua sikap yang demikian lebih sulit dan bahkan tidak mungkin diambil. Dalam bagian ini ditunjukkan dengan cara bagaimanakah orang telah berusaha untuk memberikan dasar-dasar kebada kesusilaan, dan dengan demikian dalam arti tertentu memberikan penjelasan mengenai kesusilaan.

Nampaklah di sini orang sulit untuk tetap merasa puas dengan menggambarkan belaka.Ketidakpuasan ini dapat beralih menjadi kecaman.Kecaman ini bukan hanya bersumber pada keadaan-keadaan dari bahan yang dibicarakan dan juga tidak semata-mata berdasarkan penggambaran yang diberikan mengenai gejala kesusilaan pada umumnya, melainkan juga dilancarkan dari sudut pandang tertentu. Dengan demikian, pendirian yang bersangkutan akan tampak dengan jelas. Namun sesungguhnya adanya kecaman tersebut sudah mengandaikan bahwa sebelumnya telah terjadi penggambaran secara orjektif mengenai system yang dikecam.

Wednesday, April 10, 2019

Pengertian Etika Deskriptif


Yang dimaksud dengan etika deskriptif? Sebenarnya tidak hanya terdapat satu ilmu pengetahuan tentang kesusilaan, melainkan banyak macamnya.Pada garis besarnya dapat dibedakan ke dalam dua kelomopik besar. Kelompok yang pertama semata-mata bekerja secara rasional-empirik seperti halnya terjadi pada ilmu pengetahuan lain pada umumnya. Kelompok ini bertolak dari kenyataan adanya gejala-gejala kesusilaan yang dapat dilukiskan serta dijelaskan secara ilmiah seperti halnya gejala-gejala kerohanian yang lain, misalnya seni, hukum dan agama. Dengan demikian timbul etika deskriprif sebagai bagian dari ilmu pengetahuan kerohanian atau kebudayaan. Yang belakangan ini terbagi lagi dalam sejumlah ilmu pengetahuan, yang saling berhubungan karena punya kesamaan obyek, namun tidak sepenuhnya persis satu sama lainnya, dan bahkan tidak dapat dipandang sebagai bagian-bagian suatu kebulatan.

Ada banyak ilmu pengetahuan deskriptif mengenai kesusilaan yang diakibatkan oleh kenyataan bahwa bahan-bahan yang ada, dapat dibicarakan dengan berbagai cara ilmiah. Kesusilaan sebagai gejala masyarakat dapat ditinjau secara sosiologik, dan dengan demikian menimbulkan sosiologi kesusilaan.Karena kesusilaan merupakan keseluruhan gejala-gejala kesadaran, maka dapat juga muncul psikologi kesusilaan, dan bahkan karena kesusilaan dapat juga menggambarkan gejala-gejala penyakit, maka kita dapati pula psikopatologi kesusilaan serta psikiatri kesusilaan.

Etika deskriptif mempuyai dua bagian yang sangat penting.Yang pertama ialah sejarah kesusilaan.Bagian ini timbul apabila orang menerapkan metode historik dalam etika deskriptif. Dalam hal ini yang diselidiki ialah pendirian-pendirian mengenai baik dan buruk manakah, norma-norma kesusilaan yang manakah yang pernah berlaku dan cita-cita kesusilaan yang manakah yang dianut oleh bangsa-bangsa tertentu, apakah terjadi penerimaan norma-norma atau cita-cita kesusilaan oleh bangsa atau lingkungan kebudayaan yang satu dari bangsa-bangsa atau lingkungan kebudayaan yang lain, dan seandainya benar bagaimanakah terjadinya dan bagaimana cara mengolahnya. Perubahan-perubahan apakah yang dialami oleh kesusilaan dalam perjalanan waktu, hal-hal apakah yang mempengaruhinya, dan sebagainya.

Sejarawan kesusilaan mendasarkan diri pada aneka ragam dokume. Tujuannya akan lebih cepat tercapai apabila ia mempunyai tulisan-tulisan kesusilaan yang berpengaruh pada suatu masa tertentu. Begitulah hukum-hukum yang banyak terkandung dalam kitab-kitab Exodus sampai Deuteronomium dari Perjanjian lama yang mencerminkan ukuran-ukuran kesusilaan yang dipakai bangsa Yahudi pada kurun waktu tertentu dalam sejarah, dan tulisan-tulisan Homerus menggambarkan cita-cita kesusilaan pada suatu masa tertentu di dalam sejarah Yunani.

Dalam hal ini hendaknya diingat bahwa dokumen-dokumen semacam ini tidak mengatakan segala-galanya mengenai kehidupan kesusilaan senyatanya dari manusia-manusia yang hidup pada kurun-kurun waktu tersebut.Dokumen-dokumen tersebut lebih menggambarka cita-cita dibandingkan kenyataan. Suatu hal yang memang agak sukar memahaminya; kadang-kadang secara tidak terduga orang dapat mengetahui keadaan yang senyatanya berdasarkan atas bahan-bahan keterangan yang lain. Namun adanya kenyataan bahwa setiap kali diperlukan lagi imbauan-imbauan kesusilaan yang keras menunjukkan, secara umum orang tidak menepati norma-norma yang berlaku, meskipun harus juga diingat bahwa para pengkhotbah kesusilaan sering menjadi orang-orang yang kerjanya semata-mata mengeluh mengenai pencemaran kesusilaan dan gemar sekali mengakatakan yang buruk-buruk tentang keadaan kesusilaan pada masa hidup mereka.

Dokumen-dokumen yang juga dipakai oleh para sejarawan, termasuk tulisan-tulisan para ahli etika yang sangat banyak jumlahnya.Tetapi hendaknya diingat sejarah etika belum berarti sejarah kesusilaan, dan bahkan antara etika dan kesusilaan terdapat dua macam perbedaan.Pertama, seperti telah dikatakan, ada jarak pemisah antara yang diajarkan dengan kenyataan yang dihayati.Kedua, petunjuk-petunjuk serta cita-cita kesusilaan diajarkan sering berbeda dengan petunjuk serta cita-cita kesusilaan yang diterima secara umum. Kita melakukan kekeliruan apabila menjumbuhkan etika Aristoteles dengan norma-norma kesusilaan yang berlaku pada masa hidupnya dan dalam lingkungan hidupnya, apabila kita menjumbuhkan antara cita-cita pendidikan Van  Alphen dengan cita-cita yang nyata-nyata dipunyai oleh anak-anak yang hidup semasa dengan dia. Di lain pihak seorang ahli etika tidak pernah terlepas dari masa hidupnya; ia berpengaruh dan pada gilirannya mempengaruhinya, sehingga bagaimanapun sejarah etika penting juga bagi sejarah kesusilaan.

Ilmu pengetahuan kedua yang perlu disebut dalam hubungan ini ialah fenomenologi kesusilaan.Dalam hal ini istilah fenomenologi dipergunakan dalam arti seperti yang dipunyai dalam ilmu pengetahuan agama.Fenomologi agama mencari makna keagamaan dari gejala-gejala keagamaan, mencari logos, susunan batiniah yang mempersatukan gejala-gejala ini dalam keselerasan tersembunyi dan penataan yang mengandung makna.Demikian pula fenomologi kesusilaan mencari makna kesusilaan dari gejala-gejala kesusilaan.Artinya, ilmu pengetahuan ini melukiskan kesusilaan sebagaimana adanya, memperlihatkan ciri-ciri pengenal, bagaimana hubungan yang terdapat antara ciri yang satu dengan yang lain, atau singkatnya mempertanyakan apakah yang merupakan hakekat kesusilaan.Yang dilukiskan dapat berupa kesusilaan tertentu, namun dapat juga berupa moral pada umumnya.
Ciri pokok fenomenologi, menghindari pemberian tanggapan mengenai kebenaran.Ia tidak mempersoalkan apakah seyogyanya manusia dipimpin atau tidak dipimpin oleh petunjuk-petunjuk kesusilaan tertentu. Ilmu pengetahuan ini menempatkan diri dalam kedudukan manusia-manusia yang bersangkutan dalam pemberian tanggapana kesusilaan dan memandang obyeknya dari kedudukan tadi.

Berhubung fenomenologi hanya mencerminkan azas-azas serta susunan umum kesusilaan deskriptif, maka ilmu pengetahuan ini masih tetap bersifat formal. Namun sesungguhnya, fenomenalog akan dapat dengan mudah menggerakkan seorang penyelidik lebih jauh. Dan justru karena tidak mempersoalkan masalah kebenaran, maka didalamnya tetap terdapat masalah-masalah yang bagaimanapun memerlukan penyelesaian.

Masalah-masalah ini bersifat kefilsafatan. Pertanyaan utama ialah apakah kesusilaan harus dipahami dari dirinya sendiri ataukah kesusilaan itu didasarkan atas sesuatu yang lain. Dengan kata lain, apakan kesusilaan mengacu ataukah tidak mengacu kepada sesuatu yang terdapat di atas atau setidak-tidaknya di luar dirinya sendiri. Munculnya pertanyaan mengenai dasar kesusilaan tidaklah mungkin dielakkan.


Tuesday, April 9, 2019

Perkembangan Teknologi Pada Sebuah PC Komputer


Pengertian Teknologi Pada Sebuah PC Adalah
Bagaimana perkembangan teknologi pada PC? Beberapa waktu yang lalu tentang LTSP (Linux Thinclient Server Project) yang merupakan jaringan komputer tanpa hard disk dimana dengan komputer Pentium I atau yang lebih tua dapat menjalankan program secepat server nya yang pentium 4.

Banyak masyarakat yang merespon tulisan tersebut, namun mengingat LTSP berjalan pada sistem Linux dimana masih sangat sedikit masyarakat yang menguasainya maka para pengguna awam cukup sulit untuk dapat mengimplementasikan teknologi tersebut. Masyarakat yang dewasa ini mayoritas masih menggunakan sistem Windows, umumnya sangat mengharapkan teknologi serupa yang dapat berjalan pada sistem Windows.

Diantara masyarakat yang memberikan respon yang terbanyak adalah dari lemaga pendidikan ataupun sekolah yang berminat untuk membangun laboratorium komputer canggih yang murah untuk lembaga tersebut. Kebutuhan akan laboratorium komputer baik untuk keperluan pendidikan komputer di sekolah-sekolah memang merupakan kebutuhan yang sangat penting karena akan menentukan kwalitas mutu SDM (Sumber Daya Manusia) yang dihasilkan oleh sekolah tersebut terutama dibidang komputer. SDM (Sumber Daya Manusia) yang hanya menguasai sistem dan software lama, tentu akan menjadi SDM (Sumber Daya Manusia) yang ketinggalan jaman dan akan kalah bersaing. Akan tetapi untuk apabila lembaga pendidikan atau sekolah selalu menggunakan software yang up to date, tentunya akan menghasilkan SDM (Sumber Daya Manusia) dengan pengetahuan komputer up to date dan menguasai teknologi terkini.

Untuk membangun sebuah laboratorium komputer yang up to date dengan software-software terbaru tentu tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit, karena software-software terbaru seperti Windows XP, MS Office XP, Corel Draw 12, AutoCAD 2004, Photoshop 7.0 dan lain lain membutuhkan hardware yang up to date pula, yaitu komputer dengan spesifikasi Pentium 4, dimana hal tersebut tidak akan menjadi masalah apabila pihak lembaga memiliki dana yang cukup.

Salah satu teknologi yang dapat dipakai untuk membangun laboratorium komputer termurah adalah menggunakan PC Cloning pada 1 PC menjadi 2 komputer. Untuk membangun sistem dengan menggunakan PC Cloning, diperlukan satu komputer host yang harus selalu menyala ketika station sedang dipergunakan, serta komputer station yang hanya dilengkapi dengan monitor, keyboard, dan mouse.

Dalam jaringan PC Cloning, sebuah PC dapat melayani station hingga 2 komputer dimana jumlah ini bisa bertambah atau berkurang tergantung dari port USB yang ada pada sebuah PC itu sendiri. Hal ini dimungkinkan karena pemakaian resource tertinggi para user umumnya adalah ketika user membuka program, mengakses data atau menjalankan kompilasi program, sedangkan ketika user mengedit data, mengetik, browing internet dan sebagainya resource yang dibutuhkan pada umumnya sangatlah kecil.

Dengan asumsi para user mengakses host secarara simultan, maka resource yang ada pada host dapat dibagi secara merata, sehingga user yang bekerja pada station merasakan kemampuan yang sama hampir sama apabila user bekerja pada host.

PC Clonning dapat menggunakan sistem operasi Windows 98, Windows Millenium, Windows 2000 dan Windows XP untuk host-nya, sedangkan untuk station cukup dengan beberapa hardware yang dimilikinya seperti monitor, mouse dan keyboard, dimana nantinya pada setiap station akan tampil sistem operasi yang dimiliki hos,t serta software-software yang sama seperti yang ada pada host. Untuk membangun PC Cloning anda dapat menginstall aplikasi tambahan pada komputer host yaitu BeTwin, sedangkan untuk station tidak perlu penginstalan tetapi hanya perlu menginstall hardware-hardware yang ada pada station.

Teknologi PC Clonning: Pengertian, Fitur, Keunggulan dan Perbandingannya


Pengertian Teknologi PC Clonning

Apa yang dimaksud dengan PC Clonning? PC Clonning adalah sebuah sistem yang membolehkan lebih dari satu pemakai komputer (maksimal penambahan sebanyak 4 stasion) untuk menjalankan sistem operasi secara bersamaan dan berdiri sendiri. Dengan sistem klonning dapat mengurangi biaya penambahan stasion komputer sehingga akan mengurangi investasi dan memudahkan perawatan sistem operasi.

Dengan melakukan clonning 1 buah PC menjadi 2 komputer dapat menghemat berbagai peralatan yang akan digunakan. Pada komputer client hanya terdapat Monitor, keyboard, mouse dan sebagai  speaker hardware tambahan. Masing-masing client dapat melakukan aktivitas yang berbeda dengan keyboard dan mouse yang dimiliknya. Bekerja menggunakan  operating sistem atau sistem operasi Windows 2000 dan Windows XP . Cocok untuk pengembangan sistem informasi antar divisi laboratorium. sekolah, laboratorium komputer, rental komputer, warnet dan lain-lain.

PC Clonning merupakan suatu bentuk efisiensi dalam penggunaan software dan hardware. Software hanya diinstal di host, kemudian diklon untuk penggunaan bersama beberapa station dalam 1 PC, bahkan untuk program aplikasi besar seperti CorelDraw, AutoCAD, Photoshop, juga dapat untuk akses ke Internet bersama-sama.

 

Fitur PC Clonning 1 PC Menjadi 2 Komputer

Fitur-fitur yang ada pada PC Clonning yaitu :
A.Bekerja dengan sistem operasi yang dipakai pada host.
B.Resolusi pixel standar, 800x600 atau lebih tinggi.
C.Kualitas warna 256 colors atau high colors.
D.Semua program dan Aplikasi hanya diinstall di host.

 

Keunggulan Dari PC Clonning

Keunggulan Menggunakan Clonning melalui port USB ini adalah :
a.Investasi murah karena memanfaatkan komputer yang sudah ada tanpa harus membeli komputer baru dengan spek yang sama.

b.Kinerja Komputer station sama persis dengan komputer host dan bisa digunakan untuk keperluan Multi Media (Film, Musik, game dan lain-lain).

c.Sistem Security yang tinggi karena standard NT/2000/XP

d.Installasi relatif mudah dan performance lebih stabil karena kloning menggunakan Hardware.


Baca juga

Perbandingan Pc Clonning

Perbanding Clonning Melalui Port USB dan PC Clone atau  Diskless WS
Perbedaan kloning melalui ini adalah :
1.Clonning melalui port USB lebih cocok digunakan untuk user rumahan, kantor skala kecil, sekolah karena jumlah komputer yang diangkat maksimal adalah 4 unit untuk setiap komputer host. sedangkan PC Clone dapat mengangkat hingga lebih dari 20 komputer.

2.Clonning melalui port USB lebih mudah dan simple dalam proses installasi karena menggunakan hardware yang dapat langsung dipasang pada komputer host (mouse, keyboard dan HUB USB) sedang PC Clone tidak menggunakan hardware tambahan di host tetapi sepenuhnya mengunakan software dengan ditunjang oleh perangkat jaringan(network card, HUB, Kabel jaringan).

3.Station Clonning melalui port USB mampu menjalankan program Multimedia seperti film, musik, games, dan lain-lain, sedang PC Clone lebih ditujukan untuk keperluan kerja / kursus.

4.Station Clonning melalui port USB tidak memerlukan CPU tetapi hanya menggunakan monitor, keyboard dan mouse sedang PC Clone membutuhkan komputer 486 / pentium generasi lama di masing-masing client nya.

Friday, April 5, 2019

Sosiolinguistik: Pengertian Menurut Ahli

Sosiolinguistik Adalah

Fishman (1976:28 dalam Chaer dan Agustina 2004:27) menyebut  “masyarakat tutur adalah suatu masyarakat  yang anggota-anggotanya setidak-tidaknya mengenal satu variasi bahasa beserta norma-norma yang sesuai dengan penggunaannya”. Dengan pengertian terhadap kata masyarakat itu, maka setiap kelompok orang yang karena tempat dan daerahnya, profesinya, hobinya, dan sebagainya, menggunakan bentuk bahasa yang sama, serta mempunyai penilaian-penilaian yang sama terhadap norma-norma pemakaian bahasa itu, mungkin membentuk suatu masyarakat tutur.

Sosiologi mempelajari antara lain struktur sosial, organisasi kemasyarakatan, hubungan antaranggota masyarakat, tingkah laku masyarakat. Objek utama sosiologi bukan bahasa melainkan masyarakat. Tujuannya mendeskripsikan masyarakat dan tingkah laku (Sumarsono dan Partara, 2004:5).

Rene Appel, Gerad Hubert, Greus Mejer (1976:10) dalam Chaer (1995) mengatakan bahwa sosiolinguistik adalah kajian mengenai bahasa dan pemakaiannya dalam konteks sosial dan budaya.

Fishman (1972) dalam Sumarsono (2004:2) mengatakan bahwa sosiologi bahasa sosiolinguistik menyoroti keseluruhan masalah yang berhubungan dengan organisasi sosial perilaku bahasa, tidak hanya mencakup pemakaian bahasa saja, melainkan juga sikap-sikap bahasa, perilaku terhadap bahasa dan pemakaian bahasa.

G. E. Booij J. G. Kersten, dan H. J. Verkuyl (1975 : 139), sosiolinguistik adalah subdisipliner ilmu bahasa yang mempelajari faktor-faktor sosial yang berperan dalam penggunaan bahasa dalam pergaulan sosial.

Halliday (1970) menyebut sosiolinguistik sebagai linguistik institusional, berkaitan dengan pertautan bahasa dengan orang-orang yang memakai bahasa itu. Kita bayangkan perilaku bahasa manusia memakai bahasa itu mempunyai berbagai aspek, seperti jumlah, sikap, adat istiadat dan budayanya.

Di Indonesia, Nababan (1984) senada dengan Halliday dalam pernyataannya. Sosiolinguistik adalah kajian atau pembahasan bahasa sehubungan dengan penutur bahasa  itu sebagai anggota masyarakat. Seorang penutur bahasa adalah anggota masyarakat tutur.

Thursday, April 4, 2019

Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Beli


Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Beli

Faktor Ekstern

Faktor ekstern yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan beli antara lain:
1.Kebudayaan (culture)
Menurut Basu dan Handoko kebudayaan merupakan simbol dari fakta yang kompleks, diciptakan oleh manusia diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat.yang ada.
Kebudayaan ini akan berubah setiap waktu sesuai kemajuan atau perkembangan jaman. Seperti halnya masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokoknya, pada keadaan tertentu masyarakat akan mengganti nasi dengan alternatif lain yang dianggap lebih praktis misalnya mie instan.
2.Kelas Sosial
Kelas sosial mengacu pada pengelompkan orang yang sama dalam perilaku mereka berdasarkan posisi ekonominya di dalam masyarakat. Pada pokoknya masyarakat dapat dikelompokan ke dalam tiga golongan yaitu: golongan atas, menengah, dan bawah.

Dasar pengelompokan yang digunakan antara lain penghasilan, pekerjaan, pendidikan, lokasi tempat tinggal, status kepemilikan rumah, gaya hidup, kendaraan yang dimiliki. Dalam penelitian ini  acuan yang dipakai adalah tingkat penghasilan orang tua responden yang didukung oleh pekerjaan dan pendidikan orang tua.
1)Golongan atas, yang termasuk ke dalam golongan ini antara lain pegawai swasta maupun pegawai negri, untuk daerah Istimewa Yogyakarta tingkat penghasilan perbulan lebih dari Rp. 5.000.000,00 sudah termasuk kelas ini.
2)Golongan menengah, yang termasuk golongan ini antara lain karyawan swasta maupun negri.

3)Golongan bawah, yang termasuk ke dalam golongan ini antara lain buruh, pegawai kecil, petani, tukang becak. Dengan tingkat penghasilan perbulan kurang dari Rp. 1.000.000,00
3. Keluarga
Banyak produk dibeli oleh konsumen yang bertindak sebagai unit keluarga (rumah). Keputusan pembelian individu sangat dipengaruhi oleh anggota lain dalam keluarganya. Apabila keluarga dipagi hari biasa mengkonsumsi mie instan sebagai sarapan yang dianggap praktis dari nasi, maka konsumsi mie instan akan menjadi kebiasaan dalam sebuah keluarga.

Faktor Intern.

Faktor intern yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan beli antara lain:
1.Motivasi
Motivasi adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong  individu untuk melakukan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan.
2.Pengamatan
Pengamatan adalah suatu proses bagaimana pembeli menyadari dan mengintreprestasikan keadaan lingkungan sekitar.
3.Pengalaman Belajar
Pengalaman dapat mempengaruhi pengamatan seseorang dalam bertingkah laku. Pengalaman didapat dari masa lalu atau dapat dipelajari, sebab dengan belajar seseorang dapat mempeoleh pengalaman. Penafsiran dan proses belajar konsumen merupakan kunci untuk mengetahui perilaku pembelinya.
4.Kepribadian dan Konsep Diri
Kepribadian adalah sifat individu yan dapat menentukan tanggapan untuk bertingkah laku. Meskipun kepribadian seseorang tidak selalu mencerminkan tindakan membeli, namun para ahli percaya bahwa kepribadian mempengaruhi keputusan beli seseorang.
Konsep diri adalah cara bagi seseorang untuk melihat dirinya sendiri dan pada saat itu juga ia mempunyai gambaran terhadap orang lain.
5.Sikap dan Kepercayaan.
Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah yang baik maupun kurang baik secara konsisten. Sikap dan kepercayaan merupakan faktor yang ikut mempengaruhi pandangan dan perilaku pembelian

Wednesday, April 3, 2019

Segmentasi Pasar serta Dasar-Dasarnya


Apa Yang Dimaksud Dengan Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah “kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen “ (Basu dan Irawan, 1990:89)

Dasar-dasar yang dapat dipakai dalam segmentasi pasar ini adalah:

1.  Segmentasi Geografis
Dilakukan dengan cara kombinasi pasar dalam unit-unit geografis seperti negara, propinsi, kota kabupaten, kecamatan dan lain sebagainya.
2  Segmentasi Demografis
Segmentasi jenis ini memisahkan pasar ke dalam kelompok-kelompok yang didasarkan pada variabel demografis seperti umur, jenis kelamin, besarnya siklus hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, dan kebudayaan. Variabel demografis ini merupakan variabel dasar yang sering digunakan pada waktu pengelompokan konsumen. Salah satu alasannya ialah keinginan dan penggunaan konsumsi sering berkaitan dengan faktor demografis.
3.  Segmentasi Psychologis
Segmentasi ini membagi konsumen ke dalam kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, dan berbagai ciri kehidupan.
4.  Segmentasi Perilaku
Segmentasi ini membegi konsumen menjadi kelompok–kelompok menurut tingkat pengetahuan, sikap penggunaan atau tanggapan terhadap suatu produk.

Baca Juga


Saturday, March 30, 2019

Pengertian Data dan Database


Pengertian Data Adalah

Secara umum data adalah segala sesuatu yang terjadi dan ada disekeliling kita atau dengan kata lain lingkungan dimana kita berada, jadi semua yang ada dilingkungan kita yang dapat kita lihat dan kita rasakan adalah data yang dapat diolah menjadi informasi.  Data adalah suatu istilah majemuk dari Yunani, yang berarti fakta atau bagian yang mengandung arti yang berhubungan dengan kenyataan baik berupa simbol, gambar, kata – kata, angka atau gabungan darinya. Jelasnya dat itu dapat berupa apa saja dan dapat ditemui dimana saja.

Robert G.Murdik mengartikan, Data adalah fakta dan angka yang tidak digunakan pada proses keputusan dan biasanya berbentuk catatan histori yang dicatat dan diarsipkan tanpa maksud untuk segera diambil kembali pengambilan keputusan.
Moekijat mengemukakan tentang pengertian dari data ialah bahan mentah informasi, dirumuskan sebagai lambang-lambang tidak acak yang menunjukkan jumlah-jumlah, tindakan-tindakan, hal-hal dan sebagainya. Data dibentuk dari lambang-lambang seperti +, ^ dan ?. Data disusun untuk mengolah tujuan menjadi susunan kearsipan atau pusat data dan landasan data”. 

Sedangkan  Gordon B.Davis mendefenisikan, Data adalah kelompok teratur simbol – simbol yang mewakili kualitas tindakan, benda dan sebagainya.
Dari pendapat para ahli tersebut jelaslah bahwa data adalah kumpulan dari beberapa kejadian yang telah dikumpulkan dan merupakan suatu masalah yang akan dilakukan penyelesaian. Hasil akhir dari penyelesaian masalah atau hasil akhir dari proses pengolahan data informasi.

Pengertian Database Adalah

Evangelos Petroutsos mengartikan , Database adalah sebuah objek yang kompleks untuk menyimpan informasi yang terstruktur, yang diorganisir dan disimpan dalam suatu cara yang mengizinkan pemakainya dapat mengambil informasi dengan cepat dan efisien. Database sebagai kumpulan informasi disimpan dalam suatu atau tabel. Baris dalam tabel berisi satu unit data dan disebut record. Sedangkan kolom berisi atribut dari record dan disebut field. Pada prinsipnya, perancangan database membutuhkan logika. Database ditujukan untuk memecahkan masalah praktis yang dihadapi, yaitu penyimpanan dan pengambilan data.

Masalah praktis membutuhkan solusi yang praktis dan databasenya tidak didasarkan kepada konsep matematika atau konsep abstrak lainnya. Didalam database juga terdapat suatu record – record atau dengan kata lain yaitu sebaris data yang dimasukkan dan disimpan dalam database yang kemudian disimpan dalam suatu media penyimpanan. Dalam Accses, istilah database menggambarkan kumpulan data, form dan instruksi untuk memanipulasi data yang menyusun aplikasi bisnis atau personal. Semua komponen database ini disimpan dalam sebuah file tunggal dengan ekstensi .

Friday, March 29, 2019

Pengertian Rasio Leverage: Kegunaan, dan Pengukurannya


Pengertian Rasio adalah

Pengertian rasio laverage adalah menurut Prof. Dr. Bambang Riyanto Leverage dapat didefinisikan sebagai penggunaan aktiva atau dana dimana untuk penggunaan tersebut perusahaan harus menutup biaya tetap atau membayar beban tetap, dengan harapan untuk memperbesar pendapatan perlembar saham biasa.

Pengertian Rasio Laverage adalah

Apakah yang dimaksud dengan rasio laverage? Rasio laverage adalah Menurut Bustanul Arifin Rasio Leverage adalah rasio yang mengukur perbandingan antara dana yang disediakan oleh pemilik perusahaan dengan dana yang berasal dari kreditor perusahaan, yang menggendong berbagai implikasi. Yang pertama adalah para kreditor akan melihat modal sendiri perusahaan atau dana yang disediakan oleh pemilik untuk menentukan besarnya marjin pengaman (Margin Of Safety), bila perusahaan pertama ditanggung oleh kreditor. Kedua, dengan mencari dana dari hutang, maka pemilik perusahaan memperoleh manfaat untuk mempertahankan kendali perusahaan dengan investasi yang terbatas. Ketiga, bila perusahaan memperoleh laba yang lebih besar dari dana yang dipinjam dari pada yang harus dibayar sebagai bunga, maka hasil pengembalian (return) kepada para pemilik akan meningkat.
Sedangkan menurut Drs. Darsono dan Ashari Pengertian Rasio Leverage adalah sebagai rasio yang berguna untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jika perusahaan tersebut terlikuidasi.

Kegunaan Rasio Leverage

Rasio ini dapat digunakan oleh para analis ataupun pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan laporan keuangan dalam menilai proporsi hutang terhadap aktiva ataupun ekuitas suatu perusahaan. Rasio ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan perusahaan dalam merencanakan anggaran pembiayaan dimasa depan, serta sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja keuangan dimasa lalu.

Pengukuran Rasio Leverage

Menurut Weston dan Copeland Pengukuran Rasio Leverage ada dua cara pendekatan leverage, yaitu :
1.Memerikas rasio-rasio neraca untuk menentukan sampai sejauh mana dana yang dipinjam digunakan untuk membiayai perusahaan.
2.mengukur risiko-risiko hutang dengan menggunakan rasio perhitungan rugilaba
yang dirancang untuk menentukan berapa kali beban tetap perusahaan bisa
ditutup oleh laba operasi perusahaan. Rasio hutang yang umum digunakan adalah : yang pertama rasio hutang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio. Yang kedua yaitu rasio hutang terhadap total aktiva atau Debt to Asset Ratio. Yang ketiga rasio ekuitas pemegang saham atau Equity Multiplier. Dan yang terakhir adalah rasio laba terhadap bunga atau Interest Converage.

Baca juga

Thursday, March 28, 2019

Pengertian Barcode wand: Bentuk dan Barcode reader


Pengertian Barcode wand Adalah

Apakah bacode wand? Barcode wand ( kode bergaris ) adalah sebuah kode mesin yang dapat dibaca. Barcode terdiri dari sebuah bentuk bar dan spasi ( hitam dan putih ) dalam rasio yang didefinisikan dan mempresentasikan karakter alphanumeric.  Di awal perkembangannya, penggunaan kode bergaris dilakukan untuk membantu proses pemeriksaan barang-barang secara otomatis pada supermarket. Tetapi, saat ini kode bergaris sudah banyak digunakan dalam berbagai aplikasi seperti misalnya digunakan sebagai kartu identitas, kartu kredit dan untuk pemeriksaan secara otomatis pada perpustakaan. Kode bergaris digambarkan dalam bentuk baris hitam tebal dan tipis yang disusun berderet sejajar horizontal.

Untuk membantu pembacaan secara manual dicantumkan juga kode angka - angka dibawah kode bergaris tersebut. Angka –angka tersebut tidak mendasari pola kode bergaris yang tercantum. Ukuran nominalnya tanpa tergantung dari mesin yang membaca. Alat yang digunakan untuk membaca Barcode Wand adalah Barcode Scanner. Penggunaan Barcode Scanner sangat mudah sehingga penguna ( operator ) hanya memerlukan sedikit latihan. Barcode Scanner dapat membaca informasi data dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari pada mengetikkan data dan Barcode Scanner memiliki tingkat ketelitian yang lebih tinggi.


Bentuk-bentuk Barcode

Bentuk Barcode ada dua jenis, yaitu : barcode satu dimensi dan barcode dua dimensi. Untuk penjelasannya simak berikut ini:

Barcode satu dimensi (1D)
Barcode satu dimensi biasanya dinamakan linear bar codes (kode berbentuk baris). Contoh barcode satu dimensi adalah sebagai berikut : Barcode 39 (code 3 of 9) Code 39 dapat mengkodekan karakter alphanumeric yaitu angka desimal dan huruf besar serta tambahan karakter spesial- .*$/%+ Satu karakter didalam Code 39 terdiridari sembilan elemen yaitu lima bar atau garis vertikal hitam, dan empat spasi atau garis vertikal putih, yang disusun secara bergantian antara bar dan spasi. tiga dari ke9 elemen tersebut mempunyai ketebalan lebih yang tebal dari yang lainnya oleh sebabnya kode ini sering disebut sebagai , tiga elemen yang lebih tebal tersebut terdiri dari dua bar dan satu spasi. Elemen-elemen yang lebih lebar mewakili digit biner satu dan elemen-elemen yang lebih sempit mewakili digit biner nol.

Barcode dua dimensi
Maksud dari barcode dua dimensi ialah barcode yang dikembangkan lebih dari sepuluh tahun lalu, tetapi baru sekarang ini mulai populer. Barcode dua dimensi ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan linear bar codes (barcode satu dimensi) yaitu, dengan menggunakan barcode dua dimensi, informasi atau data yang besar dapat disimpan di dalam suatu ruang (space) yang lebih kecil.

Barcode Reader

Barcode Reader ( Pembaca Barcode wand) Pembaca Barcode wand atau yang lebih dikenal dengan nama Barcode Reader merupakan alat yang digunakan untuk membaca warna hitam dan putih. sebuah garis yang berwarna hitam ditunjukkan dengan sebuah Bar, sedangkan yang berwarna putih ditunjukkan dengan sebuah Space (spasi ). Penggunaan Barcode Reader sangat mudah sehingga pengguna (operator ) hanya memerlukan sedikit latihan. Barcode Scanner dapat membaca informasi / data dengan kecepatan tinggi dari pada mengetikkan data dan barcode scanner memiliki tingkat ketelitian yang lebih tinggi.

Sekian penjelasan tentang pengertian barcode wand, bentuk-bentuk dari barcode wand serta barcode reader atau pembaca barcode. Semoga di artikel yang singkat ini dapat memberikan manfaat.

Baca Juga

Pengertian Morfem: Jenis, dan Contohnya


Pengertian Morfem Adalah

Apa yang dimaksud dengan morfem? Pengertian morfem adalah morfem dari morphe dan kata ema yang memiliki arti bentuk sedangkan kata ema sendiri memiliki pengertian yang mengandung arti. Dapat disimpulkan bahwa pengertian morfem adalah satuan bunyi terkecil yang memiliki atau mengandung arti.
Morfem adalah bentuk terkecil yang dapat membedakan makna ataupun memiliki makna. Untuk membuktikannya morfem sebagai pembeda makna kita dapat melakukannya dengan menghubungkan morfem itu dengan kata mempunyai makna atau arti leksikal. Jika kata penghubungan tersebut menghasilkan makna atau arti baru, berarti unsur yang digabungkan dengan kata dasar tadi ialah morfem.

JENIS-JENIS MORFEM

Morfem adalah bentuk bahasa terkecil yang tidak dapat diuraikan lagi di dalam kalimat Morfem dapat dibedakan atas tiga bagian yaitu:

Morfem Bebas
Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dan tentunya memiliki arti. Sebagai morfem bebas suatu tuturan ataupun suatu ucapan yang mengandung makna leksikal. Morfem bebas juga dapat berupa pokok kata, ataupun berupa kata dasar.
Contoh dari morfem bebas seperti:
rumah, jatuh, pulang, pergi, sedih, senang, takut, berani , minum, makan, mandi, gerak, ibu,ayah, adik, ilmu , aku, kami, dll.

Morfem Terkait
Pengertian dari morfem terkait adalah morfem yang selalu melekat pada morfem lainnya atau morfem yang baru memiliki makna setelah bergabung dengan morfem bebas.

Contoh morfem terkait yaitu:
Ter, ber, di, me,se, -kan,per, an, i, -wan, -man, ke-an, se-nya, dan lainnya
Untuk lebih jelasnya morfem “ber” sebelum bergabung dengan morfem bebas maka belum mempunyai makna, tetapi setelah berbagabung dengan morfem bebas contoh pada kata “main” menjadi bermain.barulah memiliki makna yaitu kata “ber” pada bermain memiliki makna sedang melakukan aktifitas.

Morfem setengah bebas
Seperti namanya morfem setengah bebas adalah morfem yang sebagian bisa berdiri sendiri dan morfem yang tidak dapat berdiri sendiri. Morfem setengah bebas diantara seperti: dari, kepada,pada, daripada, sebab,tentang, karena, meskipun, walaupun, dll.
Untuk menjelaskan morfem setengah bebas mari simak contoh berikut.

Contoh morfem setengah bebas:
Lukisan itu dipajang pada sudut ruangan dan
Jam itu dipasang pada dinding
Kata “pada” diatas merupakan morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dan tidak memiliki arti. Untuk membuktikannya coba kita buat kalimat tanya bahwa kata “pada” tidak memliki arti simak kalimat berikut
Pertanyaan: apakah yang dipajang? Dan jawabannya lukisan itu. Kata “pada”disini tidak dicantumkan jadi dapat disimpulkan tidak memiliki arti pada kalimat tertentu .

Sekian penjelasan mengenai pengertian morfem dan jenis-jenis dari morfem semoga artikel ini bermanfaat bagi semua.


baca juga artikel lainnya

Youtube