LANZURI.COM: Contoh makalah google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Showing posts with label Contoh makalah. Show all posts
Showing posts with label Contoh makalah. Show all posts

Tuesday, April 30, 2019

Pengertian Teori Resolusi Konflik


Apa yang dimaksud dengan teori resolusi konflik? Konflik merupakan faktor yang turut membangun perkembangan masyarakat. Konflik akan bisa membangun solidaritas kelompok dan hubungan antar warga negara maupun antar kelompok. adalah cara untuk menyelesaikan konflik agar ancaman (threat) bisa menjadi kesempatan (oppurtunity ) dan bahaya timbulnya konflik terbuka secara meluas dilokalisasi dengan membangun suatu model pencegahan dan penanggulangan dini (Sihbudi dan Nurhasim, ed., 2001).

Suatu kebiasaan khas dalam konflik adalah memberikan prioritas yang tinggi guna mempertahankan kepentingan pihaknya sendiri ( Hugh Miall dkk, 1999). Jika kepentingan si A bertentangan dengan kepentingan B, A cenderung mengabaikan kepentingan B, atau secara aktif menghancurkannya.

Untuk itu, menurut Dahrendorf (1984), perlu diadakan suatu peraturan pertentangan yang mensyaratkan tiga faktor. Pertama, kedua kelompok yang terlibat dalam pertentangan harus mengakui pentingnya dan nyatanya situasi pertentangan dan dalam hal ini, mengakui keadilan fundamental dari maksud pihak lawan. Pengakuan di sini berarti bahwa kedua kelompok yang bertentangan menerima untuk apa pertentangan itu, yakni menerimanya sebagai suatu hasil pertumbuhan yang tak terelakkan.

Syarat kedua, adalah organisasi kelompok- kelompok ke pentingan. Selama kekuatan- kekuatan yang bertentangan itu terpencar- pencar dalam kesatuan yang kecil yang masing- masing erat ikatannya, peraturan pertentangan tidak akan efektif. Dan ketiga, adanya keharusan bagi kelompok- kelompok yang berlawanan dalam pertentangan sosial menyetujui aturan formal tertentu yang menyediakan kerangka hubungan bagi mereka.

Berdasarkan buku panduan pengelolaan konflik yang dikeluarkan oleh The British Council (2001), bahwa penyelesaian suatu konflik yang terjadi dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:

1.Negosiasi, suatu proses untuk memungkinkan pihak- pihak yang berkonflik untuk mendiskusikan berbagai kemungkinan pilihan dan mencapai penyelesaian melalui interaksi tatap muka.
2.Mediasi, suatu proses interaksi yang dibantu oleh pihak ketiga sehingga pihakpihak yang berkonflik menemukan penyelesaian yang mereka sepakati sendiri.
3.Arbitrasi atau perwalian dalam sengketa, tindakan oleh pihak ketiga yang diberi wewenang untuk memutuskan dan menjalankan suatu penyelesaian.

Secara tradisional, tugas penyelesaian konflik adalah membantu pihak- pihak yang merasakan situasi yang mereka alami sebagai sebuah situasi zero – sum (keuntungan diri sendiri adalah kerugian pihak lain). Agar melihat konflik sebagai keadaan non- zero- sum (di mana kedua belah pihak dapat memperoleh hasil atau keduanya sama- sama tidak memperoleh hasil) dan kemudian membantu pihak- pihak yang berkonflik berpindah ke arah hasil yang positif Miall dkk. Untuk menciptakan hasil non-zero-sum, Miall mewajibkan akan adanya pihak yang berfungsi menyelesaikan konflik.

Nurhasim pola penyelesaian konflik mengacu pada pendekatan manajemen konflik politik dan teori strukturalis semi otonom. Kedua paradigma ini melihat keterlibatan negara (pemerintah) sebagai penengah munculnya konflik yang terjadi dalam masyarakat. Negara memainkan peran dalam mengelola konflik yang terjadi di masyarakat sehingga dapat ditransformasikan menjadi konsensus.

Sementara teori strukturalis semi otonom mempe rsepsikan negara sebagai lembaga politik yang lebih otonom. Negara dianggap lebih berperan sebagai penengah konflik antara berbagai kelompok kepentingan sehingga pembangunan (kebijakan) dipandang sebagai upaya untuk menengahi konflik yang terjadi Nurhasim, Prisma, 1997.

Negara dalam kedua terminologi tersebut dipersonifikasikan baik secara individual maupun lembaga. Nordlinger, seperti yang dikutip oleh Nurhasim Prisma melihat negara secara subyektif atau dalam perangkat analisis individual, yaitu individu yang menduduki posisi yang memiliki kewenangan membuat dan melaksanakan keputusan yang mengikat semua pihak yang ada di wilayah tertentu. Termasuk dalam kategori ini adalah presiden, menteri, dan para kepala daerah.. Sementara Kresner dan Scotpol Prisma, melihat negara dalam arti lembaga dan individu, seperti Mahkamah Agung (MA), militer, kehakiman, dan lain- lain.


Thursday, April 18, 2019

Pengertian Logika Elementer Beserta Contohnya


Logika Elementer adalah

Apa yang dimaksud dengan logika elementer? Sering terdengar pernyataan bahwa matematika diajarkan untuk mendidik murid berpikir secara praktis, teratur, murni, tajam dan logis. Apakah sebenarnya berpikir secara logis itu ?
Suatu ucapan benar atau salah disebut sebagai suatu pernyataan atau kalimat. Setiap pernyataan adalah suatu ucapan, tetapi tidak setiap ucapan merupakan suatu pernyataan. Contoh,
a.Marilah ke sini.
b.Siapakah namamu.
c.Betapa indahnya.
Semuanya adalah ucapan – ucapan, tetapi bukan merupakan suatu pernyataan, karena ucapan – ucapan tersebut tidak dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Kalimat yang menerangkan sesuatu atau menyatakan sesuatu yang dapat dianggap sebagai pernyataan, misalnya,
1.Paris adalah ibukota Perancis.
2.Dua adalah suatu bilangan asli.
Pernyataan (1) dan (2) di atas dinyatakan sebagai benar, karena menerangkan atau menyatakan sesuatu hal yang benar.

Dalam logika, kata – kata seperti “dan”, “atau”, “tidak”, “jika … maka”, dan lain – lain memegang peranan yang sangat penting. Kata – kata tersebut merangkaikan buah pikiran, relasi – relasi dan cara yang dilakukan, yang disebut sebagai struktur logis dari suatu pernyataan. Contoh,
Pernyataan – pernyataan berikut memiliki struktur logis yang sama,
a.Setiap orang adalah laki – laki atau perempuan.
b.Setiap zat adalah organis atau anorganis.
c.Setiap penduduk adalah warga negara atau warga asing.

Pernyataan di atas bisa digambarkan dengan skema sebagai berikut,
Setiap..(i)..adalah..(ii)..atau..(iii)...
dengan (i), (ii) dan (iii) merupakan kata benda atau kata nama.
Kebenaran dari pernyataan di atas tergantung dari struktur logisnya dan tidak tergantung pada isi pernyataan. Pernyataan yang demikian dikatakan benar secara logis atau selalu benar. Contoh lain,

“Jika setiap manusia adalah fana dan Ali adalah manusia maka Ali adalah fana.”.
Struktur logisnya,
Jika setiap..(i)..adalah..(ii)..dan..(iii)..adalah..(iv)..maka..(v)..adalah..(vi)..

Jika (i) dan (iv) diisi dengan kata benda yang sama, (ii) dan (vi) dengan kata sifat yang sama, dan (iii) dan (v) dengan kata nama yang sama, maka selalu diperoleh suatu pernyataan yang benar. Tetapi kalau ditinjau pernyataan yang lain,
“Suhu di dalam kamar ini adalah 40 derajat Celcius.”
Kebenaran dari pernyataan ini harus didasarkan oleh fakta, jadi pernyataan ini tidaklah selalu benar.

Didalam logika kebenaran dari suatu pernyataan berdasarkan pada kebenaran logisnya. Pernyataan “Besok pagi matahari akan terbit” bukan merupakan suatu kebenaran logis, karena mungkin saja besok pagi hujan atau mendung sehingga matahari tidak terbit. Pernyataan “Jika harga karcis per lembar Rp. 30.000,- , maka harga 5 lembar karcis adalah Rp. 150.000,-“ merupakan suatu keharusan logis. Kebenaran pernyataan ini terkandung dalam pernyataan itu sendiri, dan tidak tergantung pada suatu fakta. Inilah kebenaran dalam matematika, yaitu kebenaran yang relatif.

Dua pernyataan dikatakan logis ekivalen jika kedua pernyataan ini sesuai dalam kebenaran dan kesalahannya dan ini semata – mata didasarkan pada struktur logisnya. Bukanlah suatu pekerjaan yang mudah untuk menentukan apakah suatu pernyataan logis atau benar ataukah dua pernyataan logis ekivalen, demikian pula apakah suatu pernyataan membawakan suatu pernyataan lain atau tidak.  Kalkulus proposisi dapat digunakan untuk menentukan apakah sebuah kalimat adalah valid atau kontradiktif, dan apakah dua buah kalimat merupakan kalimat – kalimat yang ekivalen satu dengan lainnya.

Wednesday, April 17, 2019

Pengertian Ekspresi Aritmatika dan Notasi Penulisan Ekspresi Aritmatika


Pengertian Ekspresi Aritmatika

Ekspresi Aritmatika adalah Sebuah ekspresi aritmatika terdiri dari operand dan operator. Operator dalam ekspresi aritmatika dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1.Binary operator (operator pasangan)
2.Unary operator (operator tunggal)

Binary operator adalah operator yang memiliki 2 buah operand (diapit oleh 2 buah operand), sedangkan unary operator adalah operator yang hanya memiliki 1 buah operand (diikuti oleh sebuah operand). Operator – operator yang termasuk dalam binary operator adalah operator penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), pembagian (/), modulo (mod), divisor (div), pemangkatan (^), operator logika AND, operator logika OR, dan operator perbandingan (seperti operator lebih besar, lebih kecil, sama dengan, lebih besar sama dengan, lebih kecil sama dengan, dan tidak sama dengan). Sedangkan operator yang termasuk dalam unary operator adalah operator minus (~), operator faktorial (!), operator trigonometri (seperti operator sinus, cosinus, tangen, cotangen, secan, dan cosecan), operator logika NOT, operator exponential (exp) dan fungsi logaritma (log).

Prioritas / kedudukan dari masing – masing operator (baik unary operator maupun binary operator) dari tinggi ke rendah adalah sebagai berikut,
1.Operator pemangkatan (^) dan semua unary operator.
2.Operator perkalian (*), pembagian (/), modulo (mod) dan divisor (div).
3.Operator penjumlahan (+) dan pengurangan (-).
4.Operator perbandingan, yaitu operator lebih besar, lebih kecil, sama dengan, lebih besar sama dengan, lebih kecil sama dengan, dan tidak sama dengan.
5.Operator logika NOT.
6.Operator logika AND dan OR.
7.Assignment Operator (=).

Ekspresi aritmatika akan diselesaikan berdasarkan urutan prioritas dari operator di atas dengan ketentuan operator yang memiliki prioritas yang lebih tinggi akan diselesaikan terlebih dahulu.

Notasi  atau Penulisan Ekspresi Aritmatika

Polish Notation diperkenalkan oleh seorang ahli matematika Polandia yang bernama Jan Lukasiewicz. Polish Notation merupakan notasi penulisan ekspresi aritmatika. Polish Notation terdiri dari 3 bentuk, yaitu :

Prefix
Bentuk prefix merupakan bentuk atau cara penulisan ekspresi aritmatika dimana operator ditulis di depan dari operandnya. Suatu prefix dapat berupa operand tunggal, atau gabungan dari unary operator dengan prefix, ataupun berupa gabungan dari binary operator dengan dua buah prefix.

Suffix (Postfix)
Bentuk suffix (postfix) merupakan  bentuk atau cara  penulisan ekspresi aritmatika dimana operator ditulis di belakang dari operandnya. Suatu suffix dapat berupa operand tunggal, atau gabungan dari suffix dengan unary operator, ataupun berupa gabungan dari dua buah suffix dengan binary operator.

Infix
Bentuk infix  ialah merupakan bentuk penulisan normal dari ekspresi aritmatika. Suatu infix dapat berupa operand tunggal, atau gabungan dari unary operator dengan infix, ataupun berupa gabungan dari binary operator dengan dua buah infix.

Tuesday, April 16, 2019

Pengertian Authentication: Aspek dan kegunaannya

Apa yang dimaksud dengan Authentication? Otentikasi adalah identifikasi yang dilakukan atau dekerjakan oleh  masing-masing pihak yang saling berkomunikasi, maksudnya adalah beberapa pihak yang berkomunikasi harus mengidentifikasi satu sama lainnya. Informasi yang didapat oleh suatu pihak dari pihak lain harus diidentifikasi untuk memastikan keaslian dari informasi yang diterima. Identifikasi terhadap suatu informasi dapat berupa tanggal pembuatan informasi, isi informasi, waktu kirim dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan informasi tersebut.

Aspek-aspek ini bersambungan dengan metode untuk menyatakan bahwa setiap informasi benar-benar asli, orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah benar-benar orang yang dimaksud, atau server yang kita hubungi adalah benar-benar server yang asli atau original.

Yang menjadi masalah pertama adalah, bagaimana membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermarking dan digital signature. Watermarking juga bisa digunakan untuk menjaga “intelectual property”, yaitu dengan menandai dokumen atau hasil karya dengan “tanda tangan” pembuat. Masalah kedua biasanya berhubungan dengan akses kontrol, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang yang dapat mengakses informasi.

Dalam hal ini pengguna harus memperlihatkan atau menunjukan bukti bahwa memang ia adalah pengguna yang sah, contohnya dengan menggunakan password Aspek atau servis dari security biometric (ciri-ciri khas orang), dan sejenisnya. Ada tiga hal yang dapat ditanyakan kepada orang untuk menguji siapa dia:
• What you have (misalnya kartu ATM)
• What you know (misalnya PIN atau password)
• What you are (misalnya sidik jari, biometric)

Penggunaan teknologi kartu pintar atau yang sering kita kenal dengan sebutan smart card, sekarang ini kelihatannya dapat meningkatkan keamanan aspek ini. Secara umum, proteksi authentication dapat menggunakan digital certificates. Authentication biasanya diarahkan kepada orang (pengguna), namun tidak pernah ditujukan kepada server atau mesin. Pernahkan kita bertanya bahwa mesin ATM yang sedang kita gunakan memang benar-benar milik bank yang bersangkutan.

Bagaimana jika ada orang yang nakal yang membuat mesin seperti ATM sebuah bank dan meletakkannya di tempat umum. Kemudian ia dapat menyadap data-data (informasi yang ada di magnetic strip) dan PIN dari orang yang tertipu. Memang membuat mesin ATM palsu tidak mudah.Akan tetapi, dapat kita bayangkan betapa mudahnya membuat website palsu yang menyamar sebagai website sebuah bank yang memberikan layanan Internet Banking.

Sekian penjelasan singkat tentang pengertian authentication, aspek-aspek didalamnya serta cara penggunaannya. Semoga dapat memberikan wawasan dan manfaat untuk kita semua.

Sunday, April 14, 2019

Metode Geolistrik Resistivitas


Apa yang dimaksud dengan geolistrik? Geolistrik adalah salah satu metode dalam geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi. Pendeteksian di atas permukaan meliputi pengukuran medan potensial, arus, dan elektromagnetik yang terjadi baik secara alamiah maupun akibat penginjeksian arus ke dalam bumi. Metode geolistrik yang terkenal antara lain: metode Potensial Diri (SP), arus telluric, magnetotelluric, elektromagnetik, IP (Induced Polarization), dan resistivitas (tahanan jenis) (Reynolds, 1997).

Metode geolistrik resistivitas merupakan metode geolistrik yang mempelajari sifat resistivitas (tahanan jenis) listrik dari lapisan batuan di dalam bumi (Hendrajaya dan Idam, 1990). Pada metode ini arus listrik diinjeksikan ke dalam bumi melalui dua buah elektroda arus dan dilakukan pengukuran beda potensial melalui dua buah elektroda potensial. Dari hasil pengukuran arus dan beda potensial listrik akan dapat dihitung variasi harga resistivitas pada lapisan permukaan bumi di bawah titik ukur (Sounding point) (Apparao, 1997). Pada metode ini dikenal banyak konfigurasi elektroda, diantaranya yang sering digunakan adalah: konfigurasi Wenner, konfigurasi Schlumberger, konfigurasi Wenner-Schlumberger, konfigurasi Dipol-dipol, Rectangle Line Source dan sistem gradien 3 titik (Hendrajaya dan Idam, 1990).

Berdasarkan pada tujuan penyelidikan metode ini dibagi menjadi dua yaitu mapping dan sounding. Metode resistivitas mapping merupakan metode resistivitas yang bertujuan mempelajari variasi resistivitas lapisan bawah permukaan secara horisontal. Sedangkan metode resistivitas  sounding bertujuan mempelajari variasi resistivitas batuan di bawah permukaan bumi secara vertikal. Pada metode ini, pengukuran pada suatu titik sounding dilakukan dengan jalan mengubah-ubah jarak elektroda. Pengubahan jarak elektroda ini tidak dilakukan secara sembarang, tetapi mulai jarak elektroda kecil kemudian membesar secara gradual. Jarak elektroda ini sebanding dengan kedalaman lapisan batuan yang terdeteksi. Dari kedalaman lapisan batuan yang terdeteksi, akan diperoleh ketebalan dan resistivitas masing-masing lapisan batuan.

Friday, April 12, 2019

Pemgertian Pronomina Pesona: Fungsi, Bentuk, dan Makna Pronomina

Pengertian Pronomina Persona
Pronomina persona dalam bahasa Indonesia dimaknai sebagai kelas kata yang menerangkan makna, sapaan dan juga mengacu sebagai kata ganti orang. Keberadaan kata terbagi dalam berbagai kelompok yang membedakan antara yang satu dengan yang lainnya. Menurut Alwi, dkk. (2010: 256) menyatakan bahwa pronomina dipakai untuk mengacu pada orang. Pronomina persona dapat mengacu pada diri sendiri (Pronomina persona pertama), mengacu pada orang yang diajak bicara (Pronomina persona kedua), atau mengacu pada orang yang dibicarakan (Pronomina persona ketiga). Diantara pronomina itu, ada yang mengacu pada jumlah satu atau lebih dari satu.

Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Muslich (2010:78) yang berhubungan dengan pengertian pronomina persona yang selalu mengacu ke orang, dapat menunjuk pada diri sendiri (Pronomina persona pertama), mengacu pada orang yang diajak bicara (Pronomina persona kedua), atau mengacu pada orang yang dibicarakan (Pronomina persona ketiga) ketiga nya masih bisa dibedakan kedalam banyak kelompok.

Kata ganti orang atau Pronomina persona merupakan kelas kata yang menerangkan kata benda atau kata ganti, yang biasanya dengan menjelaskan atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Menurut Finoza (2009:93) yang menjelaskan tentang pengertian kata ganti atau kata benda mengatakan: “pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu pada nomina lain, yang batasan pronomina itu menunjukan bahwa pronomina memang merujuk pada benda sehingga pronomina tidak lain adalah kata benda juga ”.

Keberadaan kata terbagi dalam berbagai kelompok yang membedakan antara satu dengan yang lainnya. Menurut Rohmadi, dkk. (2012: 159) menyatakan bahwa ada macam-macam kata ganti orang atau pronomina persona yang dkelompokkan sebagai berikut : (1) kata ganti orang pertama ialah kata ganti untuk yang berbicara/si pembicara, selanjutnya disebut kata ganti orang pertama; (2) kata ganti orang kedua ialah kata ganti untuk lawan bicara atau orang yang diajak bicara, selanjutnya disebut kata orang kedua; (3) kata orang ketiga ialah untuk orang yang sedang dibicarakan atau menjadi bahan pembicaraan, selanjutnya disebut kata ganti orang ketiga. Baik kata ganti orang pertama, kedua, maupun ketiga masing-masing dikelompokkan atas bentuk tunggal dan jamak.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas mengenai pronomina persona penulis dapat menyimpulkan bahwa pronomina persona merupakan kata yang digunakan sebagai kata ganti yang selalu mengacu kepada nomina lain dan berfungsi sebagai predikat, objek, dan penjelas subjek yang berupa pronomina. Sebagai satu di antara kelas kata dalam tuturan dalam bahasa Indonesia, pronominal persona mempunyai pengaruh dalam penyusunan kalimat. Perubahan struktur pada kalimat sebagian besar ditentukan oleh perubahan bentuk pronomina persona.

Fungsi Pronomina Persona

Dalam suatu konteks sintaksis kata ganti dapat berfungsi sebagai subjektif, predikat, dan objektif. Akan tetapi, sebagai sebuah kata, pronomina persona dapat menjadi sebuah kepaduan yang baik dalam sebuah kalimat. Pendapat yang sama dikemukakan, Keraf (1970 : 77) bahwa kata ganti dapat pula berfungsi untuk menjadi kepaduan yang baik dan teratur antar kalimat-kalimat yang membina sebuah alenia. Pada fungsi nya ada dua macam persona ketiga tunggal yaitu : (1) ia, dia, atau –nya  dan (2) beliau. Meskipun demikian ia dan dia dalam banyak hal berfungsi sama. Dalam posisi sebagai subjek, atau didepan verba, ia dan dia sama-sama dapat dipakai. Akan tetapi, jika berfungsi sebagai objek, atau terletak di sebelah kanan yang diterangkan, hanya bentuk dia dan –nya yang dapat muncul. Berikut pronomina persona berfungsi sebagai subjektif, predikat dan objektif.



2.Fungsi Atributif 
Fungsi merupakan pewatas dalam frasa nomina yang nomina nya menjadi subjek, predikat dan objek. yaitu suatu kalimat kata ganti orang menempati fungsi subjek. Karena ada kebutuhan untuk memakai pronominal yang tidak merujuk pada insan, terutama dalam penulisan ilmiah, maka penulis juga memakai ia (bukan dia) untuk merujuk pada sesuatu yang tunggal yang telah dinyatakan sebelumnya. Dalam kaitannya pronomina penunjuk mempunyai peranan penting dalam penegasan pronominal persona.
2.Pronomina Penunjuk
Pronomina penunjuk dalam bahasa Indonesia ada tiga macam yaitu (1) pronominal penunjuk umum, (2) pronominal penunujuk tempat (3) pronomia penunjuk ihwal. Pronominal penunjuk ialah ini, itu dan anu. Kata ini mengacu pada acuan yang dekat dengan pembicara/penulis, pada masa yang akan dating, atau informasi yang akan disampaikan. Untuk acuan yang agak jauh dari pembicara/penulis, pada masa lampau, atau pada informasi yang sudah disampaikan, digunakan kata itu.
Contoh : jawaban itu                              rumusan ini
               lamaran itu                                saya ini  
               masalah ini                                mereka itu


Bentuk Pronomina Persona

Sebagian besar pronomina persona bahasa Indonesia memiliki lebih dari dua wujud. Hal ini disebabkan oleh budaya bangsa kita yang sangat memperhatikan hubungan social antar umat manusia. Tata karma dalam kehidupan bermasyarakat kita menuntut adanya aturan yang serasi dan sesuai dengan martabat masing-masing. Sehingga dalam pembentukannya  pronomina persona pertama tunggal bahasa Indonesia adalah saya, aku dan daku. Ketiga bentuk itu adalah bentuk baku, tetapi mempunyai tempat pemakaian yang agak beberda. Saya adalah bentuk yang formal dan umumnya dipakai dalam tulisan atau ujaran resmi. Meskipun demikian, sebagian orang memakai pula bentuk kami dengan arti saya. Hal ini dimaksudkan untuk tidak menonjolkan diri.

Pengacuan Persona

Pengacuan Persona merupakan bagian persona yang harus direalisasikan mengunakan persona pertama, persona kedua, dan persona ketiga tunggal maupun jamak. Sependapat dengan Sumarlam (2003; 24) bahwa pengacuan persona direalisasikan melalui pronomina persona (kata ganti orang), yang meliputi persona pertama persona pertama, persona kedua, dan ketiga baik tunggal maupun jamak. Pronomina persona aku mempunyai variasi bentuk, yakni –ku dan ku-. Bentuk klitika –ku dipakai, antara lain, dalam konstruksi pemilikan dan dalam tulisan dilekatkan pada kata didepanya : kawan        kawanku; sepeda     sepedaku dalam hal ini bentuk utuh aku tidak dipakai : *kawan aku, *sepeda aku. Demikian pula bentuk daku tidak dipakai untuk maksud itu.

Berbeda dengan aku, bentuk saya dapat dipakai untuk menyatakan hubungan pemilikan dan diletakkan dibelakang nomina yang dimilikinya: rumah saya, kucing saya, tunangan saya. Pronomina persona saya, aku dan daku, dapat dipakai bersama dengan preposisi. Akan tetapi, tiap preposisi mensyaratkan pronominal tertentu yang dapat dipakai. kelompok demi dapat diikuti oleh daku, tetapi kelompok bagi tidak. Pada contoh berikut, Menurut  Alwi, dkk (2010:258) :
Bentuk terikat ku- sama sekali berbeda pemakaiannya dengan –ku pertama-tama, ku- dilekatkan pada kata yang terletak dibelakangnya. Kedua, kata yang terletak dibelakang ku- adalah verba. Dalam nada puitis, ku- kadang –kadang dipakai sebagai bentuk bebas seperti terlihat pada kalimat dibawah ini.
(a)  Suratmu telah kukirim tadi pagi.
(b)  Hal ini telah kuberitahukan kepada Bu Nyono.
(c)  Ya, mobilnya akan kupakai nanti siang.
(d)  Kini kutahu kau tak setia padaku.

Nomina penyapa dan pengacu sebagai pengganti pronomina persona
Karena keanekaragaman dalam bahasa maupun budaya daerah, pemakai bahasa Indonesia memilki pula bentuk - bentuk lain yang dipakai sebagai penyapa untuk persona kedua dan mengacu untuk persona pertama dan ketiga. Pada dasarnya ada empat faktor yang mempengaruhi hal itu, menurut pendapat, Alwi dkk, (2010:265) yaitu : (1) letak geografis, (2) bahasa daerah, (3) lingkungan social dan (4) budaya bangsa. Budaya bangsa Indonesia yang memperhatikan benar tata karma dalam pergaulan sering membuat orang segan memakai pronominal kedua kamu, engkau, atau anda karena pronominal seperti itu dirasakan kurang hormat.
Oleh karena itu, ada perangkat nomina tertentu yang dipakai sebagai kata penyapa dan pemeran peristiwa ujaran. Pada umumnya penyapa dan pengacu berkaitan dengan istilah kekerabatan seperti Bapak, Ibu, Kakak, Adik dan Saudara dan nama jabatan dan perangkat seperti lurah, professor, dokter dan kapten. Baik nomina penyapa dan pengacu yang berdasarkan hubungan kekrabatan ataupun yang berdasarkan hubungan jabatan mempunyai bentuk yang kebih pendek, seperti Pak, Bu, Prof, dan Dok. Akan tetapi, dalam konteks kalimat yang lain, apabila nama diri mengikuti nomina itu, kedua macam bentuk itu dapat dipakai. Perhatikan contoh berikut.
a.    1). Baiklah, usul Saudara akan kami pertimbangkan.
2). Bagaimana pendapat Saudara Daryanto?
b.   1). Bapak Daryanto (Pak Daaryanto) sekarang tinggal dimana?
            (Pertanyaan yang diajukan kepada orang yang bernama Daryanto)
      2).Antarkan surat ini kepada bapak. (Permintaan kepada pendengar yang membicarakan persona ketiga).
Jika nomina tidak diikuti oleh nama diri, bentuk yang pendek tidak dipakai. Kalimat berikut yang tidak berterima.
a.    Tadi pagi Pak pergi kemana?
b.    Apa Bu sudah makan?
c.    Apa Dok bersedia member resep tanpa periksa?

Jika bentuk yang pendek akan dipakai tanpa harus berakhir dengan sapaan (vokatif). Seperti pada contoh berikut.
a.    Tadi pagi pergi kemana, Pak?
b.    Apa sudah makan, Bu?
c.    Apa bersedia member resep tanpa periksa, Dok?
Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kita harus membedakan pronominal persona dari nomina penyapa nomina pengacu. Nomina penyapa dipakai untuk pendengar/pembaca, sedangkan pengacu digunakan untuk mengacu pada orang yang dibicarakan.

Makna Pronomina Persona

Makna adalah penghubung bahasa dengan dunia luar sesuai dengan kesepakatan para pemakai nya sehingga dapat saling mengerti (Djajasudarma 1993:5). Penulis menggolongkan pronomina persona kedalam  makna gramatikal, yaitu makna yang menyangkut hubungan intra bahasa, atau makna yang muncul sebagai akibat fungsi nya sebuah kata dalam kalimat. Pendapat yang sama juga dikemukakan, Sumarlan (2003: 23) “pengucuan atau referensi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang berupa satuan lingual tertentu yang mengacu pada satuan lingual lain (atau suatu acuan) yang mendahului atau mengikuti nya”.

1.Makna pronomina bersifat ekslusif, inklusif dan netral.
Menurut Alwi dkk, (2010:256) Diantara pronomina itu, ada yang mengacu pada jumlah satu atau lebih dari satu. Ada yang bersifat eksklusif, ada yang bersifat inklusif, dan ada yang bersifat netral.
2.Pronomina penanya
Pronomina penanya adalah pronominal yang dipakai sebagai pemerkah pertanyaan. Dari segi maknanya, yang ditanyakan itu dapat mengenai (a) orang, (b) barang, atau (c) pilihan. Pronomina siapa dipakai jika yang ditanyakan adalah orang atau nama orang; apa bila barang; dan mana bila suatu pilihan tentang orang atau barang. Kata-kata itu mempertanyakan (d) sebab, (e) waktu, (f) tempat, (g) cara dan (h) jumlah atau urutan. Berikut ini adalah kata penanya ssuai dengan maknanya diatas.
a.    Siapa
b.    Apa
c.    Mana
d.    Mengapa, kenapa
e.    Kapan, bila(mana)
f.     Di mana, ke mana, dari mana
g.    Bagaimana
h.    Berapa
Sebagian unsur dasar dan tambahannya mempunyai hubungan sistematis, misalnya, Si + apa, dan di + mana. Akan tetapi, untuk sebagian yang lain hubungan seperti itu tidak ada, semata-mata berdasarkan konvensi.

Friday, April 5, 2019

Sosiolinguistik: Pengertian Menurut Ahli

Sosiolinguistik Adalah

Fishman (1976:28 dalam Chaer dan Agustina 2004:27) menyebut  “masyarakat tutur adalah suatu masyarakat  yang anggota-anggotanya setidak-tidaknya mengenal satu variasi bahasa beserta norma-norma yang sesuai dengan penggunaannya”. Dengan pengertian terhadap kata masyarakat itu, maka setiap kelompok orang yang karena tempat dan daerahnya, profesinya, hobinya, dan sebagainya, menggunakan bentuk bahasa yang sama, serta mempunyai penilaian-penilaian yang sama terhadap norma-norma pemakaian bahasa itu, mungkin membentuk suatu masyarakat tutur.

Sosiologi mempelajari antara lain struktur sosial, organisasi kemasyarakatan, hubungan antaranggota masyarakat, tingkah laku masyarakat. Objek utama sosiologi bukan bahasa melainkan masyarakat. Tujuannya mendeskripsikan masyarakat dan tingkah laku (Sumarsono dan Partara, 2004:5).

Rene Appel, Gerad Hubert, Greus Mejer (1976:10) dalam Chaer (1995) mengatakan bahwa sosiolinguistik adalah kajian mengenai bahasa dan pemakaiannya dalam konteks sosial dan budaya.

Fishman (1972) dalam Sumarsono (2004:2) mengatakan bahwa sosiologi bahasa sosiolinguistik menyoroti keseluruhan masalah yang berhubungan dengan organisasi sosial perilaku bahasa, tidak hanya mencakup pemakaian bahasa saja, melainkan juga sikap-sikap bahasa, perilaku terhadap bahasa dan pemakaian bahasa.

G. E. Booij J. G. Kersten, dan H. J. Verkuyl (1975 : 139), sosiolinguistik adalah subdisipliner ilmu bahasa yang mempelajari faktor-faktor sosial yang berperan dalam penggunaan bahasa dalam pergaulan sosial.

Halliday (1970) menyebut sosiolinguistik sebagai linguistik institusional, berkaitan dengan pertautan bahasa dengan orang-orang yang memakai bahasa itu. Kita bayangkan perilaku bahasa manusia memakai bahasa itu mempunyai berbagai aspek, seperti jumlah, sikap, adat istiadat dan budayanya.

Di Indonesia, Nababan (1984) senada dengan Halliday dalam pernyataannya. Sosiolinguistik adalah kajian atau pembahasan bahasa sehubungan dengan penutur bahasa  itu sebagai anggota masyarakat. Seorang penutur bahasa adalah anggota masyarakat tutur.