LANZURI.COM: Pengertian Teori Proses Informasi google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Friday, March 1, 2019

Pengertian Teori Proses Informasi

Teori Proses Informasi

Menurut Teori informasi, pengolahan informasi menjadi sistem pengetahuan berlansung sebagai berikut: Informasi mula-mula disimpan pada sensory storage (gudang indrawi), kemudian masuk short term memory (memori jangka pendek), lalu dilupakan atau dikoding untuk dimasukan kedalam long term memory (memori jangka panjang).

Berdasarkan teori di atas dapat dilihat bahwa sebelum terwujud menjadi sistem pengetahuann terlebih dahulu informasi yang diterima mengalami berbagai proses psikis dan mental dalam diri seseorang. Pada mulanya stimulus-stimulus dari lingkungan nenghampiri alat-alat indra ( receptor). Seluruh sistem itulah yang disebut gudang indrawi.(M. Dimyati Mahmud).disini informasi diseleksi dan diproses lebih lanjut untuk dialihkan ke memori jangka pendek .Dalam  memori jangka pendek informasi hanya bertahan sebenatar, ia akan segera hhilang jika tidak diproses lebih lanjut. Sebahagian dari memori jangka pendek yang telah diproses lebih lanjut akan tersimpan menjadi memori jangka panjang, dan inilah yang akan menjadi pengetahuan.

Pada umumnya informasi yang sudah tersimpan sebagai ingatan jangka panjang tidak akan mudah hilang. Meskipun demikian menurut R.M. Gegne (1977, hal. 55) sebahagian diantaranya juga tidak mudah dipanggil kembali, karena adanya hambatan dari memori-memori yang baru terdapat yang lama.

Ditinjau dari kepentingan belajar, yang paling pokok dari teori informasi adalah pemrosesan informasi dari memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang, karena di sinilah sebenarnya sistem pengetahuan terbentuk. Pada saat ini seseorang melakukan proses elaborasi, yaitu kegiatan membandingkan, menganalisis, dan mentranformasikan (Abizar, 1983, hal. 15). Proses yang berlangsung di sini akan sangat menentukan sekali terhadap sifat informasi yang diterima: dalam arti, apakah informasi itu akan bertahan lama dalam ingatan atau tidak. Menurut Dimyati Mahmud (1989, hal. 138) cara seseorang melakukan proses elaborasi ikut menentukan terhadap diingatnya kembali informasi pada waktu lain. Oleh sebab itu perlu dicari suatu pendekatan serta metode belajar mengajar yang tepat agar pemrosesan informasi dapat berlangsung secara maksimal.

No comments:

Post a Comment