LANZURI.COM: Pengertian Menyimak,Tahap-tahap Menyimak, Ragam Menyimak dan Tujuan Menyimak google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wednesday, March 6, 2019

Pengertian Menyimak,Tahap-tahap Menyimak, Ragam Menyimak dan Tujuan Menyimak

Pengertian Menyimak

keterampilan menyimak merupakan bagian dari keterampilan berbahasa yang sangat esensial, sebab keterampilan menyimak merupakan dasar untuk menguasai suatu bahasa. Anak kecil yang mulai belajar berbahasa, dimulai dengan menyimak rentetan bunyi yang didengarnya, belajar menirukan, kemudian mencoba untuk menerapkan dalam pembicaraan. Setelah masuk sekolah, anak tersebut belajar membaca dari mengenal huruf atau bunyi bahasa yang diperlihatkan oleh guru sampai pada mengucapkan bunyi-bunyi bahasa atau kegiatan menirukan bunyi-bunyi bahasa tersebut. Pada situasi ini, anak sudah mulai menulis. Demikian seterusnya sampai anak bisa mengutarakan isi pikiran melalui bahasa lisan maupun bahasa tulisan, dan mampu memahami isi pikiran orang lain yang diungkapkan melalui bahasa lisan maupun bahasa tulisan.

Menyimak atau mendengarkan merupakan keterampilan memahami bahasa lisan yang bersifat receptif atau bersifat menerima. sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Brooks dalam Tarigan (2008: 4) bahwa menyimak berarti menerima informasi dari sumber lisan atau dengan perkataan lain menyimak berarti menerima informasi dari kegiatan berbicara.

Menurut Heryadi (2008: 7), “Kegiatan menyimak merupakan tindakan atau aktivitas mental dalam menangkap, memahami, menimbang, dan merespon pesan yang terkandung dalam simbol-simbol bahasa lisan”.
Menurut Tarigan (2008: 31), “Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan”.

Menurut Rusyana yang dikutip Heryadi (2008: 6) mengemukakan, “Kemampuan mendengarkan dimaksudkan kemampuan mengenali unsur-unsur pelambang bahsa lisan dalam berkomunikasi”. Sementara menurut Djiwandono yang dikutip Heryadi (2008: 7) mengemukakan bahwa kemampuan menyimak terutaa terkait dengan kemampuan memahami makna suatu bentuk penggunaan bahasa yang diungkapkan secara lisan. Berdasarkan pendapat di  atas penulis dapat menyimpulkan bahwa menyimak merupakan aktivitas mental dalam menangkap, memahami, dan merespon pesan yang terkandung dalam simbol-simbol bahasa lisan.

Tahap-tahap Menyimak

Dalam menyimak terdapat tahap-tahap menyimak. Menurut Tarigan (2008: 31) tahap tahap tersebut yaitu:
1.Menyimak berkala, yang terjadi pada saat-saat sang anak merasakan keterlibatan langsung dalam pembicaraan mengenai dirinya.
2.Menyimak dengan perhatian dangkal karena sering mendapat gangguan dengan adanya selingan-selingan perhatian kepada hal-hal di luar pembicaraan.
3.Setengah menyimak karena terganggu oleh kegiatan menunggu kesempatan untuk mengekspresikan isi hati serta mengutarakan apa yang terpendam dalam hati sang anak.
4.Menyimak serapan karena sang anak keasyikan menyerap atau mengabsorpsi hal-hal yang kurang penting, hal ini merupakan penjaringan pasif yang sesungguhnya.
5.Menyimak sekali-sekali, menyimpan sebentar-sebentar apa yang disimak, perhatian secara fseksama berganti dengan keasyikan lain, hanya memperhatikan kata-kata sang pembicara yang menarik hatinya saja.
6. Menyimak asosiatif, hanya mengingat pengalaman-pengalaman pribadi secara konstan yang mengakibatkan sang penyimak benar-benar tidak memberikan reaksi terhadap pesan yang disampaikan sang pembicara.
7. Menyimak dengan reaksi berkala terhadap pembicara dengan komentar ataupun mengajukan pertanyaan.
8. Menyimak secara seksama, dengan sungguh-sungguh mengikuti jalan pikiran sang pembicara;
9. Menyimak secara aktif untuk mendapatkan serta menemukan pikiran, pendapat, dan gagasan sang pembicara.

Ragam Menyimak

Menurut Tarigan (2008: 37) terdapat dua ragam menyimak yaitu:
1.Menyimak ekstensif
Menyimak ekstensif (extensive listening) adalah sejenis kegiatan menyimak mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah bimbingan langsung dari seorang guru.
2. Menyimak intensif
Menyimak intensif lebih diarahkan pada kegiatan menyimak secara lebih bebas dan lebih umum serta perlu di bawah bimbingan langsung para guru, menyimak intensif diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawasi, dikontrol terhadap suatu hal tertentu.

Tujuan Menyimak

Tujuan menyimak yang terakhir adalah memperbaiki kemampuan berbicara. Dengan menyimak pembicaraan yang terpilih, kita dapat memperbaiki kemampuan berbicara. Hal ini sering digunakan dalam pengajaran bahasa asing, karena dengan menyimak penutur asli, maka penyimak akan dapat memperbaiki kesalahan-kesalahannya dalam pengucapan kata-kata asing. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya tujuan menyimak dapat dipandang dari berbagai segi, yaitu:
1. Menyimak bertujuan untuk belajar
2. Menyimak bertujuan untuk menikmati
3. Menyimak bertujuan untuk mengevaluasi
4. Menyimak bertujuan untuk mengapresiasi
5. Menyimak bertujuan untuk mengkomunikasikan ide-ide
6. Menyimak bertujuan untuk membedakan bunyi-bunyi
7. Menyimak bertujuan untuk memecahkan masalah
8. Menyimak bertujuan untuk meyakinkan

No comments:

Post a Comment