LANZURI.COM: Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi Menurut Para Ahli google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Saturday, March 2, 2019

Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi Menurut Para Ahli


Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi


Ada beberapa tafsiran mengenai kurikulum yaitu: Pertama, kurikulum memuat isi dan materi pelajaran, artinya kurikulum adalah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa untuk memperoleh sejumlah pengetahuan. Kedua, kurikulum sebagai rencana pembelajaran, artinya kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk membelajarkan siswa. Ketiga, kurikulum sebagai pengalaman belajar, artinya kurikulum lebih ditekankan kepada serangkaian pengalaman belajar.

Dalam pengembangan kurikulum, masing-masing ahli kurikulum melihat dari sisi yang berbeda-beda, namun pada dasarnya mengarah pada satu tujuan yang sama. “Lazimnya kurikulum dipandang sebagai suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab lembaga pendidikan beserta stafnya” (Nasution 1999: 5).

Soetjipto (1999:148) mengemukakan bahwa kurikulum adalah seperangkat bahan pengalaman belajar siswa dengan segala pedoman pelaksanaannya yang tersususun secara sistematik dan dipedomani oleh sekolah dalam kegiatan mendidik siswanya.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan, 2003: 5

Menurut Oemar Hamalik (2003: 22) mengemukakan bahwa “Kurikulum dalam arti luas meliputi komponen-komponen yaitu tujuan pendidikan, tujuan instruksional, alat dan metode instruksional, pemilihan dan pembimbingan siswa, materi program, evaluasi dan staf pelaksanaan”.

S. Nasution ; 2003 mengemukakan bahwa: “Pada hakikatnya tiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berpartisipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyarakatnya. Tiap kurikulum, bagaimanapun polanya, selalu mempunyai komponen-komponen tertentu, yakni pernyataan tentang tujuan dan sasaran, seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran, bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar, dan akhirnya evaluasi hasil belajar”

Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya (Mulyasa, 2004: 38).

Sejalan dengan itu, Finc dan Crukinton (Mulyasa, 2004: 38) mengartikan kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan. Menurut Sudjatmiko (2003) untuk menjadi kompeten dalam bidang tertentu, seseorang harus secara konsisten dan terus menerus menunjukkan kompetensi dalam bidang tersebut dalam cara berpikir dan berperilaku/bertindak sehari-hari.

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) merupakan suatu format yang menetapkan apa yang diharapkan dapat dicapai siswa dalam setiap tingkatan. Rumusan kompetensi dalam KBK adalah suatu pernyataan tentang apa yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten.

KBK merupakan pergeseran penekanan dan isi (apa yang tertuang) ke kompetensi (bagaimana harus berpikir, belajar dan melakukan) dalam kurikulum. Oleh karena itu guru dan siswa diharapkan dapat mengetahui apa yang harus dicapai dan sejauh mana efektivitas belajar dicapai.

KBK dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu (Mulyasa, 2004: 39).

Menurut Sudjatmiko (2003), KBK pada dasarnya merupakan format atau standar yang menetapkan kompetensi apa yang diharapkan dapat dicapai siswa dalam setiap tingkatan kelas atau jenjang tertentu agar memiliki kecakapan hidup sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian, kurikulum ini merupakan pergeseran penekanan dari isi (apa yang tertuang) ke kompetensi (bagaimana berpikir, bersikap, belajar dan melakukan).

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa KBK memfokuskan pada perolehan kompetensi-kompetensi oleh peserta didik karena itu kurikulum ini mencakup sejumlah kompetensi, dan seperangkat tujuan pembelajaran yang dinyatakan sedemikian rupa, sehingga pencapaian dapat diamati dalam bentuk perilaku atau keterampilan peserta didik sebagai suatu kriteria keberhasilan.



No comments:

Post a Comment