LANZURI.COM: Tradisi Saprahan Di Sambas google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Thursday, November 22, 2018

Tradisi Saprahan Di Sambas

Tradisi Saprahan di Kabupaten Sambas
Tradisi Saprahan-Dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Sambas terutama masyarakat melayu Sambas, SAPRAHAN merupakan adat tradisi kebiasaan turun temurun dalam menghidangkan makanan yang dilakukan sehari-hari di rumah tangga terutama di desa-desa. Kegiatan ini juga dilaksanakan jika menerima tamu yang datang ke rumah, maka dihidangkan acara saprahan yang sederhana saja. Dalam kegiatan yang mengundang tamu seperti pada acara-acara perayaan pesta perkawinan, hataman, syukuran dan lain-lain di berikan hidangan dengan SAPRAHAN.

SAPRAHAN merupakan acara makan bersama dengan duduk bersila secara berkelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 6 (enam) orang. Dalam kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, acara saprahan menjadi keharusan bagi masyarakat Sambas terutama dalam mengadakan pesta yang mengundang tamu atau masyarakat untuk hadir dalam jamuan yang diadakan.
Sejak dahulu kala atau tempo dulu hingga sekarang, BUDAYA SAPRAHAN masih giat dilaksanakan dalam kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga dan perayaan ataupun dalam pesta.

Adapun manfaat SAPRAHAN adalah :
1.Mempererat silaturahmi keluarga ataupun anggota masyarakat dengan masyarakat lainnya.
2.Sebagai wahana interaksi dalam menyampaikan informasi.
3.Sebagai sarana dakwah dalam kegiatan keagamaan.
4.Rasa kebersamaan, saling mengenal antara sesama undangan atau tamu yang menghadiri pesta yang diadakan.
5. Melestarikan BUDAYA pusaka nenek moyang.


Bentuk Saprahan
Melihat bentuk saprahan ada 2 macam :
1.    Saprahan Memanjang
Yaitu sajian makanan disusun disajikan di atas kain yang memanjang sepanjang ruangan yang disiapkan tempat acara jamuan. Tamu duduk berhadapan diruangan yang disiapkan.
Saprahan bentuk memanjang ini sudah tidak di adakan dan tidak ada lagi di Kabupaten Sambas. Inilah perbedaan saprahan yang ada di kabupaten Sambas dengan kabupaten lainnya.

2.    Saprahan Pendek
Yaitu membentangkan kain saprahan  (alas) ukuran pendek 1 x 1 meter saja dan di atasnya diletakkan sajian makanan yang akan disantap oleh para tamu undangan.
Tiap saprahan pendek ini dihadapi oleh 6 orang setiap saprahan dengan cara duduk melingkari saprahan. Saprahan bentuk pendek inilah yang masih dilaksanakan oleh masyarakat di Kabupaten Sambas hingga sekarang ini.

                  Nasihat untuk pasangan muda
                  APLIKASI PENGHASIL UANG WOWAPP



 



 

No comments:

Post a Comment