LANZURI.COM: Strategi Komunikasi Dalam Retorika google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Monday, November 12, 2018

Strategi Komunikasi Dalam Retorika


STRATEGI KOMUNIKASI DALAM RETORIKA
sumber https://stock.adobe.com/images/speak

Karena retorika memiliki prinsip dasar komunikasi, maka dalam penyusunan strateginya pun memperhitungkan strategi komunikasi pula. Strategi pada komunikasi dapat dikatakan suatu pola pikir dalam merencanakan kegiatan mengubah sikap, sifat, pendapat, dan tingkah laku khalayak atas dasar skala yang luas melalui penyampaian gagasan. Orientasinya terpusat pada tujuan akhir yang hendak dicapai dan merupakan kerangka sistematis pemikiran untuk bertindak dalam melakukan komunikasi. Dengan demikian strategi komunikasi adalah bagian dari perencanaan komunikasi, sedangkan perencanaan komunikasi itu sendiri, selain langkah awal dari proses pelaksanaan retorika, juga merupakan pengejewantahan dari kebijaksanaan dalam menentukan langkah-langkah dan sumber daya yang harus digunakan dalam proses retorikannya.
Kebijaksanaan komunikasi bagi retorika dapat disimpulkan sebagai kumpulan azas, norma, dan pertimbangan yang disusun untuk memadukan seluruh komponen dan perilaku komunikasi. Seperti halnya dalam melakukan komunikasi, komunikator harus memahami adanya sumber dan menafsirkan tujuan stimulusnya. Demikian pula komunikator harus memikirkan pembuatan pesan yang akan disampaikannya sehubungan dengan tujuan yang ingin dicapainya. Pendek kata, kebijaksanaan dimaksud merupakan perbuatan atau prosedur yang dipikirkan secara hati-hati sesuai dengan kelayakan serta kecerdikan komunikatornya dalam menyusun struktur (yang melibatkan hierarki, fungsi, dan posisi komponen) organisasi komunikasinya.
Sementara itu perencanaan umumnya menggambarkan tentang cara atau langkah yang telah diputuskan dan akan dilaksanakan dalam upaya pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Sebagai proses pembuatan rencana, perencanaan komunikasi pun merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk: (1) menentukan atau membatasi masalah, (2) memilih sasaran dan tujuan, (3) memikirkan cara-cara untuk melaksanakan upaya pencapaian tujuan, dan (4) mengukur kemajuan ke arah berhasilnya tujuan itu. Oleh karena Onong menegaskan bahwa strategi komunikasi adalah perencanaan dan manajemen untuk mencapai tujuan komunikasi. Menurutnya, untuk mencapai tujuan itu strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah jalan, melainkan juga harus mempu menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya. Strategi komunikasi dimaksud harus mampu menunjukkan bagaimana operasionalnya secara praktis bisa dilakukan, dalam arti bahwa pendekatan bisa berbeda setiap saat tergantung pada situasi dan kondisi yang timbul saat komunikasi itu berlangsung.
Dalam hal penyusunan strategi komunikasi, Onong mensyaratkan adanya pemikiran ke arah menentukan; (1) tujuan sentral kegiatan (komunikasi) yang akan dilaksanakan, dan (2) korelasi antar komponen yang menunjang serta memperlancar kegiatan (komunikasi) tersebut. Mengenai tujuan sentral komunikasi Onong menunjuk pernyataan R. Wayne Pace, Brent D. Peterson, dan M. Dalas Burnet dalam buku Techniques for Effective Communication yang menyebutkan bahwa tujuan utama kegiatan komunikasi ada tiga, yakni: to secure understanding, to establish acceptance, dan to motivate action. 

baca juga

Makanan Berlemak Yang sehat untuk tubuh

Nasihat untuk pasangan muda

 

Tujuan to secure understanding adalah memastikan bahwa komunikan mengerti pesan yang diterimanya. Apabila tampak adanya pengertian dari mereka dan mau menerimanya, maka penerimaan itu harus dibina dengan cara atau tujuan kedua (to establish acceptance), sehingga akhirnya kegiatan komunikan bisa diarahkan (to motivate action) pada tindakan yang dikehendaki komunikatornya. Dalam retorika, orator harus bertindak sebagai komunikator. Selain dari itu Onong (1995 : 35) mengingatkan bahwa komunikasi merupakan proses yang rumit. Penyusunan strateginya memerlukan pemikiran dan memperhitungkan faktor pendukung dan penghambat. Komponen yang dimaksud adalah: (a) sasaran komunikasi, yang mencakup faktor kerangka referensi dan faktor situasi kondisi; (b) media komunikasi; (c) tujuan pesan komunikasi, yang pada hakikatnya disampaikan melalui isi serta simbolnya; dan (d) peranan komunikator dalam komunikasi yang meliputi daya tarik dan kredebilitasnya.
Dengan demikian strategi komunikasi dalam retorika mencerminkan kebijaksanaan dalam merencanakan masalah yang dipilih dan kegiatan komunikasi yang akan dilakukan guna memecahkan masalah itu, sedangkan manajemen komunikasinya menata dan mengatur tindakan yang akan diambil terhadap sumber daya yang tersedia guna melaksanakan strategi retorika itu. Dengan kata lain, strategi komunikasi dalam retorika menyangkut apa yang akan dilakukan (what to do), bagaimana hal itu bisa terjadi (how to make it happen). Secara singkat, Ahmad (1979: 39-41) menyusun strategi komunikasi melalui enam tahapan: 1) pengumpulan data dasar dan perkiraan kebutuhan; 2) perumusan sasaran dan tujuan komunikasi; 3) analisis perencanaan dan penyusunan strategi; 4) analisis khalayak dan segmentasinya; 5) seleksi media; dan 6) desain berikut penyusunan pesan.

No comments:

Post a Comment