LANZURI.COM: Pengertian Folklor Menurut Para Ahli google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sunday, November 11, 2018

Pengertian Folklor Menurut Para Ahli



sumber tifanyputrisahara. blogspot

  Foklor
Terdapat sebuah simpul yang sangat erat antara sastra daerah terutama sastra lisan dengan folklor. Hal ini dikarenakan sastra daerah merupakan bagian dari folklor. Menurut Danandjaja (dalam Didipu, 2010: 30) folklor adalah sebagian kebudayaan suatu kolektif, tang tersebar dan diwariskan turun-temurun, diantara kolektif macam apa saja, secara tradisional dalam versi yang berbeda, baik dalam bentuk lisan maupun contohyang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat.
Sebagaimana sastra daerah, folklor juga tak pernah lepas dari kebudayaaanan dan sebagai bagian ari kebudaayan folkor memiliki cirri-ciri khusus seperti apa yang diungkapkan Danandjaja (dalam Didipu, 2010: 31-32) sebagai berikut.
1. Penyearannya biasanya dilakukan secara lisan
2. Folklor bersifat tradisional, yakni disebarkan alam bentuk relatif tetap atau dalam bentuk standar. Disebarkan dalam kolektif tertentu dalam waktu yang relatif lama.
3. Foklor ada dalam versi-versi bukan varian-varian yang berbeda.
4. Folklor bersifat anonim, yaitu nama penciptanya sudah tidak dapat diketahui lagi.
5. Folklor biasanya mempunyai bentuk berumus dan berpola.
6. Folklor berguna untuk kehidupan bersama suatu kolektif.
7. Folklor bersifat pralogis
8. Foklor menjadi milik bersama dalam kolektif tertentu
9. Folklor bersifat polos dan lugu.
Beradasarkan bentuknya, folklor dibedakan menjadi tiga yatu folklor folklor lisan, folklor sebagian lisan dan folklor bukan lisan. Contoh folklor lisan adalah (1) bahasa rakyat, (2) ungkapan tradisional, (3) sajak dan puisi rakyat, (5) cerita prosa rakyat, (6) nyanyian rakyat (Danandjaja dalam Didipu, 2010: 33). Adapun folklor sebagian lisan, masih menurut Danandjaja (dalam Didipu, 2010: 36) adalah penggabungan antara unsur lisan dan unsur bukan lisan. Contoh folklor sebagian lisan adalah (1) kepercayaan rakyat, (2) permainan rakyat. Sementara folklor bukan lisan lebih kongkret karena penampilannya yang tampak oleh pandangan mata, dapat diraba, bahkan dirasakan (Danandjaja dalam Didipu, 2010: 36). Bentuk dari folklor bukan lisan adalah makanan rakyat, pakaian adat, tarian-tarian rakyat, dan benda-benda budaya daerah (senjata atau alat musik) (Danandjaja dalam Didipu, 2010: 36).

No comments:

Post a Comment