LANZURI.COM: Konsep Mendengar, Mendengarkan, dan Menyimak google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Thursday, November 22, 2018

Konsep Mendengar, Mendengarkan, dan Menyimak


Konsep Mendengar, Mendengarkan, dan Menyimak
Konsep Mendengar, Mendengarkan, dan Menyimak-Pada kegiatan mendengar tidak ada unsur kesengajaan apalagi tujuan/rencana. Pada kegiatan mendengarkan sudah ada unsur kesengajaan dan tujuan/rencana, tetapi belum ada unsur pemahaman, sedangkan pada kegiatan menyimak ada unsur kesengajaan, tujuan/rencana dan juga pemahaman. 
Perhatikan contoh berikut:
1. Bambang bersama teman-temannya sedang asik bermain bola di lapangan yang letaknya berdekatan dengan jalan raya, tiba-tiba dia mendengar suara letusan. Bambang dan teman-temannya berhenti sejenak mencari asal suara itu. Rupanya suara ban sepeda meletus. Setelah mengetahui apa yang terjadi, bambang dan teman-temannya kembali melanjutkan permainan. Pada kegiatan mendengar tidak ada unsur kesengajaan apalagi tujuan/rencana. Pada kegiatan mendengarkan sudah ada unsur kesengajaan dan tujuan/rencana, tetapi belum ada unsur pemahaman, sedangkan pada kegiatan menyimak ada unsur kesengajaan, tujuan/rencana dan juga pemahaman.
            Perhatikan contoh berikut:
Bambang bersama teman-temannya sedang asik bermain bola di lapangan yang letaknya berdekatan dengan jalan raya, tiba-tiba dia mendengar suara letusan. Bambang dan teman-temannya berhenti sejenak mencari asal suara itu. Rupanya suara ban sepeda meletus. Setelah mengetahui apa yang terjadi, bambang dan teman-temannya kembali melanjutkan permainan.
Kaitan menyimak dengan berbicara
            Ketika seseorang menyimak harus ada bahan yang disimak, yaitu pembicaraan. Sebaliknya jika seseorang berbicara, dia sangat mengharapkan dan kemungkinan akan menuntut harus ada orang yang akan menyimak pembicaraannya. Apabila tidak dia tidak akan mau melakukan kegiatan berbicara.
Kaitan Menyimak dengan Membaca
1.  Sifat.
    sama-sama bersifat aktif reseptif/menerima secara aktif. Bedanya, menyimak bersumber pada bahasa lisan sedangkan membaca bersumber pada bahasa tulis.
2.  Tujuan
     sama-sama memperoleh informasi/pengetahuan
3.  Proses
     mengidentifikasi bunyi-bunyi (fonem), memahami dan menafsirkan maknanya. Penyimak dan pembicara memerlukan kemampuan linguistik yang berhubungan dengan kebahasaan dan kemampuan nonlinguistik yang berhubungan dengan pengalaman, wawasan, dan penalaran.

Kaitan Menyimak dan Menulis
            Seorang penulis memerlukan pengetahuan mengenai berbagai hal yang dapat diperolehnya tidak hanya melalui pembaca, tetapi juga melalui menyimak berbagai pembicaraan atau pertemuan-pertemuan ilmiah, kemasyarakatan, pengetahuan populer, dan lain-lain. 




Belajar dengan Menyimak
Menyimaknya; menirunya; dan mempraktikkannya.
Langkah pertama: menentukan makna. Sungguh penting bahwa guru menjelaskan makna setiap ekspresi atau kalimat yang hendak diajarkan kepada para siswa.
Langkah kedua: memperagakan ekspresi. Setelah guru menetapkan makna, dia mengucapkan pokok dan hal yang baru itu beberapa kali.
Langkah ketiga: menyuruh mengulangi. Dalam hal ini, para siswa hendaknya meniru serta mengulangi ucapan yang disebutkan atau dilisankan oleh guru.
Langkah keempat: memberikan latihan ekstensif.
         Delapan Tujuan Menyimak
         Menyimak untuk meyakin-kan
Ada lagi orang yang tekun menyimak pembicara untuk menyakinkan dirinya terhadap suatu masalah atau pendapat yang selama ini dia ragukan.
         Menyimak untuk belajar
Dengan tujuan agar dia dapat memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran pembicara
         Menyimak untuk menikmati
menyimak  dgn penekanan pada penikmatan terhadap sesuatu dari materi yang diujarkan atau yang diperdengarkanatau dipagelarkan, terutama dalam bidang seni.
         Menyimak untuk mengeva-luasi
Dengan maksud agar dia dapat menilai sesuatu yang dia simak itu.
         Menyimak untuk mengapre-siasi
Agar dia  dapat menikmati serta menghargai sesuatu yang disimaknya itu.
         Menyimak untuk mengkomunikasikan  ide-ide
Dengan maksud agar dia dapat mengomunikasikan ide-ide, gagsan, ataupun perasaan- perasaannya kepada orang lain dengan lancar dan tepat.
         Menyimak untuk membedakan bunyi-bunyi
Dengan maksud dan tujuan agar dia dapt membedakan bunyi-bunyi dengan tepat.
         Menyimak untuk menyele-saikan  masalah
Sebab dari pembicara, dia mungkin memperoleh  banyak masukan berharga.
         Tahap-Tahap Menyimak
         Tahap Mendengar
         Tahap Memahami
         Tahap Menginter-pretasi
         Tahap Mengevaluasi
         Tahap Menanggapi 

   1. Tahap Mendengar: pada tahap ini penyimak baru mendengar segala sesuatu yang dikemukakan oleh pembicara dalam ujaran-ujaran/pembicaraannya.
 2. Tahap Memahami: setelah ujaran-ujaran masuk ke telinga, penyimak berusaha untuk memahami isi ujaran/pembicaraan dengan cara mengolah bunyi-bunyi bahasa menjadi satuan bahasa yang bermakna.
 3. Tahap Mengiterpretasi: setelah penyimak memahami makna ujaran pembicara, penyimak berusaha untuk menafsirkan isi/maksud pembicaraan.
   4. Tahap Mengevaluasi: penyimak yang baik tidak asal menerima apa-apa yang disimaknya, tetapi dia akan menilai dimana keunggulan dan kelemahan, kebaikan, dan kekurangan si pembicara sehingga pesan, gagasan/pendapat pembicara dianggapnya pantas untuk diterima/harus ditolaknya.
 5. Tahap Menanggapi: penyimak mulai menggunakan kesempatan untuk berganti peran dengan pembicara. Pada tahap ini, penyimak mengungkapkan hasil akhir dari kegiatan menymaknya. Penyimak akan mengatakan setuju/tidak setuju atas isi pembicaraan yang diujarkan pembicara. 

Baca juga  
      DEMO TRADING SAHAM

 



No comments:

Post a Comment