LANZURI.COM: PENGERTIAN MENULIS, FUNGSI SERTA TUJUAN google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Friday, October 12, 2018

PENGERTIAN MENULIS, FUNGSI SERTA TUJUAN


A.      Pengertian Menulis
Menurut Henry Guntur Tarigan (2008: 3), keterampilan menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak secara tatap muka dengan pihak lain.

B.       Batasan, Fungsi, Dan Tujuan Menulis
Menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang-orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu.
Melukis gambar bukanlah menulis. Seorang pelukis dapat saja melukis huruf-huruf Cina, tetapi dia tidak dapat dikatakan menulis, kalau dia tidak tahu bagaimana cara menulis bahasa Cina, yaitu kalau dia tidak memahami bahasa Cina beserta huruf-hurufnya.
Pada prinsipnya fungsi utama dari tulisan adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung. Menulis sangat penting bagi pendidikan karena memudahkan para pelajar berpikir. Juga dapat menolong kita berpikir kritis, memudahkan kita merasakan dan menikmati hubungan-hubungan, memperdalam daya tanggap atau persepsi kita, memecahkan masalah-masalah yang kita hadapi, dan menyusun urutan bagi pengalaman.
Penulis yang ulung adalah penulis yang dapat memanfaatkan situasi dengan tepat. Situasi yang harus diperhatikan dan dimanfaatkan itu adalah :
1.         Maksud dan tujuan sang penulis (perubahan yang diharapkannya akan terjadi pada diri pembaca).
2.         Pembaca atau pemirsa (apakah pembaca itu orang tua, kenalan, atau teman sang penulis).
3.         Waktu atau kesempatan (keadaan-keadaan yang melibatkan berlangsungnnya suatu    kejadian tertentu, waktu, tempat, dan situasi yang menuntut perhatian langsung, masalah yang memerlukan pemecahan, pertanyaan yang menuntut jawaban, dan sebagainya). D’Angelo, 1980 : 20).
Penulis memproyeksikan sesuatu mengenai dirinya ke dalam sepenggal tulisan. Bahkan dalam tulisan yang obyektif ataupun yang tidak mengenai orang tertentu sekalipun, penulis kelihatan sebagai seorang pribadi tertentu. Penulis memegang suatu peranan tertentu dan tuisannya mengandung nada yang sesuai dengan maksud dan tujuannya.
Penulis tidak hanya diharuskan memilih suatu pokok pembicaraan yang cocok dan serasi, tetapi juga harus menentukan siapa pembaca karyanya itu dan apa maksud dan tujuannya. Berkenaan dengan pembaca atau penikmat karya yang ditulisnya itu, dia dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan utama sebagai berikut:
1.         Berapa usia pembaca/penikmat?
2.         Jenis kelamin pembaca?
3.         Dimana mereka tinggal?
4.         Apa latar belakang pendidikan mereka?
5.         Minat-minat budaya apa yang mereka miliki?
6.         Apa minat-minat sosial mereka?
7.         Bagaimana keyakinan-keyakinan politik mereka?
8.         Apa agama dan falsafah (hidup) mereka?
9.         Apa pekerjaan/keahlian mereka?
10.     Apa kegemaran mereka?
11.     Apakah ada yang belum jelas mengenai pembaca tertentu?
Dengan member jawaban yang baik terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut, penulis akan mendapat gambaran yang jauh lebih terperinci dan sesuai mengenai para pembaca/penikmat karyanya itu.
1.         Memberitahukan atau mengajar;
2.         Meyakinkan atau mendesak;
3.         Menghibur atau menyenangkan;
4.         Mengutarakan/mengekspresikan perasaan dan emosi yang berapi-api.
Setiap jenis tulisan mengandung beberapa tujuan, tetapi karena tujuan itu sangat beranek ragam, bagi penulis yang belum berpengalaman ada baiknya memperhatikan kategori di bawah ini :
Sehubungan dengan “tujuan” penulisan suatu tulisan, Hugo Harting merangkumnya sebagai berikut :
1.    Assignment purpose ( tujuan penugasan).
Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama sekali. Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauan sendiri (misalnya para siswa yang diberi tugas merangkumkan buku, sekertaris yang ditugaskan membuat laporan atau notulen rapat).
2.    Altruistic purpose (tujuan altruistik).
Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca, menghindarkan kedukaan para pembaca, ingin menolong para pembaca memahami, menghargai perasaan, dan penalarannya, ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karya itu.
3.    Persuasive purpose (tujuan persuasive).
Tulisan yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutaarakan.
4.    Informational purpose (tujuaan informasional, tujuan penerangan).
Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca.
5.    Self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri).
Tulisan yang bertujuan memperkenaalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada para pembaca.
6.    Creative purpose (tujuan kreatif).
Tulisan yang bertujuan mencapai nilai-nilai artistic, nilai-nilai kesenian.
7.    Problem-solving purpose (tujuan pemecahan masalah).
Dalam tulisan seperti ini penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi. Penulis ingin menjelaskan, menjernihkan, menjelajahi serta meneliti secara cermat pikiran-pikirandan gagasan-gagasannya sendiri agar dapat dimengerti dan diterima oleh para pembaca. (Hipple, 1973: 3009-311).
Demikianlah secara sekilas, kita telah kemukakan batasan, fungsi, serta tujuan menulis. Khusus kepada mahasiswa perlu diperingatkan bahwa mengetahui hal-hal teoritis seperti yang telah diutarakan diatas (dan yang akan diperbincangkan selanjutnya) belum merupakan suatu jaminan bahwa mereka dengan sendirinya menjadi penulis yang baik, penulis ulung. Tidak, sekali lagi tidak! Cara yang terbaik untuk mempelajari bagaimana menulis baik adalah dengan jalan menulis! Langsung praktik dan banyak pelatihan “pengalaman adalah guru yang terbaik”. Kata orang-orang tua kita.

C.      Ragam Tulisan
Telah banyak ahli yang membuat klasifikasi mengenai tulisan. Sebagai bukti, kita sebutkan klasifikasi yang telah pernah dibuat. Salisbury membagi tulisan berdasarkan bentuknya, sebagai berikut:
1.         Bentuk-bentuk obyektif, yang mencakup:
a.         Penjelasan yang terperinci mengenai proses
b.        Batasan
c.         Laporan
d.        Dokumen
2.         Bentuk-bentuk subyektif, yang mencakup:
a.         Otobiografi
b.         Surat-surat
c.         Penilaian pribadi
d.        Esei informal
e.         Potret/gambaran
f.         Satire


Berdasarkan bentuknya, Weayer membuat kasifikasi sebagai berikut:
1.         Eksposisi, yang mencakup:
a.         Defenisi;
b.        Analisis.
2.           Deskripsi, yang mencakup:
a.         Deskripsi ekspositori;
b.        Deskripsi literer.
3.         Narasi, yang mencakup:
a.         Urutan waktu;
b.        Motif;
c.         Konflik;
d.        Titik pandangan;
e.         Pusat minat.
4.         Argumentasi, yang mencakup:
a.         Induksi;
b.        Deduksi.
yang hampir bersamaan dengan yang dikemukakan Weaver adalah pandangan Morris dengan rekan-rekannya, yakni sebagai berikut:
1.         Eksposisi,  yang mencakup 6 metode analisis:
a.         Klasifikasi;
b.        Definisi;
c.         Eksemplikasi;
d.        Sebab dan akibat;
e.         Komparasi dan kontras;
f.         Proses.
2.         Argumen, yang mencakup:
a.         Argumen formal (deduksi dan induksi);
b.        Persuasi informal.

3.         Deskripsi, yang mencakup:
a.         Deskripsi ekspositori;
b.        Deskripsi artistik/literer.
4.         Narasi, yang mencakup;
a.         Narasi informatif;
b.        Narasi artistik/literer

No comments:

Post a Comment