LANZURI.COM: MAKNA PRIMER DAN MAKNA SEKUNDER MENURUT ANDA BESERTA CONTOHNYA google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sunday, October 14, 2018

MAKNA PRIMER DAN MAKNA SEKUNDER MENURUT ANDA BESERTA CONTOHNYA


Makna primer dan makna sekunder menurut anda beserta contohnya
  • Makna Primer
Makna primer adalah makna yang dipelajari sejak kecil dan terkandung dalam sebuah kata, jika kata itu digunakan tersendiri. Makna primer merupakan makna pertama yang muncul dalam pikiran dan cenderung mempunyai referensi ke situasi fisik. Menyikap lanjuti bahwa makna primer dapat dikatakan secara sederhana sebagai makna yang sebenarnya, maka makna-makna yang dapat digolongkan sebagai makna primer ada tiga, yaitu :
1)        Makna leksikal
2)        Makna Denotatif
3)        Makna Literal
Contohnya
Kata buaya pada kalimat “Di rawa-rawa dan sungai-sungai besar di Kalimantan masih banyak terdapat buaya.” mengacu kepada referennya yang harfiah,
  •   Makna Sekunder
Sebagaimana pendapat Larson (1988) pada pembahasan sebelumnya, beliau membedakan makna menjadi dua, yaitu makna primer dan makna sekunder.  Apabila makna primer merupakan makna pertama yang muncul dalam pikiran dan cenderung mempunyai referensi ke situasi fisik, maka makna sekunder itu sendiri sering disebut makna ke-dua. Makna satuan kebahasaan yang hanya dapat diidentifikasikan lewat konteks pemakaian bahasa itulah yang disebut makna sekunder. Menyikap lanjuti bahwa makna sekunder dapat dikatakan secara sederhana sebagai makna ke-dua, maka makna-makna yang dapat digolongkan sebagai makna sekunder antara lain, makna gramatikal, makna konotatif, dan makna figuratif. Berikut adalah uraian mengenai makna tersebut.
1)        Makna Gramatikal
2)        Makna Konotatif
3)        Makna Figuratif
Contoh :
kata “Buaya.”
Buaya dalam konteks pembahasan sebelumnya memiliki acuan sebagai “sebangsa binatang melata berkaki empat yang hidup di rawa dan di sungai.” Mari kita lihat dari contoh kalimat berikut :
“Jangan mudah tergoda oleh rayuan buaya.”
Kata buaya pada kalimat di atas telah mengalami pergeseran acuan. Kata buaya yang awalnya berarti sebangsa binatang melata berkaki empat yang hidup di rawa dan di sungai, telah berubah menjadi laki-laki yang suka bergonta-ganti pasangan. Makna bentuk kebahasaan yang menyimpang dari referennya tersebutlah yang biasa disebut makna figuratif.

No comments:

Post a Comment