LANZURI.COM: Hakikat Kajian Pragmatik, pengertian google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tuesday, October 30, 2018

Hakikat Kajian Pragmatik, pengertian


foto by regynaamelea



HAKIKAT KAJIAN PRAGMATIK



Linguistik sebagian kajian bahasa memiliki berbagai cabang. Di antara abang-cabang itu ialah fonologi, morfologi, sintaksis, dan pragmatik. Fonologi adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari bunyi bahasa menurut fungsinya. Morfologi adalah cabang ilmu bahasa yang mengkaji selukbeluk kata. Sintaksis adalah ilmu bahasa yang mengkaji kalimat. Dibalik bunyi, kata, dan kalimat terdapat makna yang berbicara, siapa lawan bicara, dan dalam situasi apa. Kajian seperti ini, memerlukan cabang bahasa tertentu untuk mengkajinya.

Cabang ilmu kebahasaan yang dimaksud adalah pragmatik. Pada kenyataannya, aspek kebahasaan yang banyak dipelajari disekolah yaitu berkaitan dengan tata bahasa atau aspek fonologis, morfologis, sintaksis, dan semantik. Padahal dalam berkomunikasi yang paling sering dijumpai adalah pemakaian ilmu pragmatik. Pragmatik yang merupakan prisnsip-prinsip penggunaan bahasa, belum banyak diketahui oleh sebagian besar pemakai bahasa indonesia, khususnya para mahassiswa dan gurur bahasa indonesia,. Untuk mengetahui pragmatik perlu ada pembahasan khusus mengenai hakikat pragmatik dan kajian pragmatik uraian ini dimaksudkan sebagai perkenalan awal bagi seseorang yang ingin menegnal pragmatik

pragmatik adalah telaah mengenai segala aspek makna yang tidak tercakup dalam teori semantik, maksudnya ialah makna setelah dikurangi semantik. Menurut Kaswati Purbo, (1990:16) Pada hakikat nya pragmatik sama dengan semantik , sama sama membahas makna perbedaan nya tereletak pada arah kajianya, semantik mengkaji secara internal (ujaran dan makna ) sedangkan pragmatik mengkaji secara eksternal (ujaran,makna ujaran ,konteks/situasi ). Secara singkat dapat dikatakan bahwa pragmatik mengkaji makna yang dipengaruhi oleh hal hal diluar bahasa Berikut beberapa pengertian dari

Menurut Levinson (1972:2). pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan penafsirnya,sedangkan semantik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan objek yang diacu oleh tanda tersebut., pragmatik juga mengakaji mengenai penggunaan bahasa, sedangkan semantik adalah kajian mengenai makna pragmatik juga kajian bahasa dan perspektif fungsional,artinya kajian ini mencoba menjelaskan aspek aspek struktur linguistik dengan mengacu ke pengaruh pengaruh dan sebab-sebab nonlinguistik Sedangkan  leech dalam abdurrahman, (2009:1) mendefenisikan  pragmatik ialah studi tentang makna dalam hubunganya dengan situasi situasi ujar (speech situations) yang meliputi unsur unsur penyapa dan yang disapa, konteks, tujuan ,tindak ilokusi, tuturan, waktu, dan Konsep pragmatik

            Para ahli bahasa menyadari bahwa perkembangan bahasa selalu mengikuti perkembangan kehidupan manusia, yakni perkembangan pola pikir manusia teknologi,budaya,dan pendidikan. Tanpa ada perkembangan zaman mungkin orang juga tidak akan memiliki kreatifitas berfikir secara komprehensif,firt mengemukakan bahwa kajian bahasa tidak dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan konteks situasi yang meliputi partisipasi, ciri ciri situasi lain yang relevan dengan hal hal yang sedang berlangsung, serta dampak dampaktindak tutur yang diwujudkan dalam bentuk bentuk perubahan yang bahasa sebagai kajian tentang makna yang berkaitan dengan struktursosial yang tidak terlepas dari aktivitas aktivitasnya  Haliday dalam Rohmadi, (2010:2).

Senada dengan pendapat Levinson, leech dalam abdurrahman, (2009:1) pendapat diatas, maka dapat ditegaskan bahwa pragmatik adalah studi kebahasaan yang terikat konteks. Konteks memiliki peranan kuat dalam menentukan maksud penutur dalam berinteraksi dengan lawan tutur. Jadi makna yang dikaji pragmatik adalah makna yang terkait konteks (conteks dependent) atau dengan kata lain mengkaji maksud penutur. Pragmatik dapat dimanfaatkan setiap penutur untuk memahami maksud penutur. Pragmatik dapat dimangfaatkan setiap penututur untuk memahami maksud lawan tutur. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa hubungan antara bahasa dengan konteks merupakan dasar dalam pemahaman pragmatik. Pemahaman yang dimaksud adalah memahami maksud penutur (01) lawan tutur (02), dan partisipan (03) yang melibakana konteks. Tanpa konteks akan sulit untuk dapat memahami makna eksternal bahasa dan maksud tuturan penutur dan lawan tutur. Oleh karena itu pragmatik mengkaji maksud tuturan yang terikat konteks dengan memanfaatkan piranti-piranti pragmatik. Firth  dalam fatimah, (2010 : 72) berpendapat bahwa kajian bahasa tidak dapat dilakukan tanpa mempertibangkan konteks situasi konteks situasi meliputi partisipan , tindak partisipan  ( verbal maupun nonverbal ). Ciri ciri situasi yang relevan dengan hal hal yang sedang berlangsung, dan dampak tindak tutur yang diwujudkan dengan bentuk-bentuk perubahan yang timbul akibat tindakan partisipan. Konteks situasi berhubungan erat dengan pragmatik. Tiga macam tindak tutur dalam penggunaan bahasa ( pragmatik ) (1) lokusi ,(2) ilokusi , dan (3)perlokusi. Tindak lokusi adalah suatu tindakan berkata yang menghasilkan ujaran dengan makna dan acuan tertentu,tindak ilokusi adalah suatu tindak tutur yang dilakukan dalam mengatakan sesuatu, seperti penyataan ,janji ,perintah, permintan.Sedangkan tindak perlokusi ilah suatu tindak tutur yang dilakukan untuk mempengaruhi orang marah, dan menghibur.

Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat ditarik kesimpulan Pragmatik merupakan cabang ilmu bahasa semiotik. Semiotik mengkaji bahsa verbal,lambang,simbol,tanda, serta pereferensian dan pemaknanya dalam wahana kehidupan. Ilmu pragmatik mengkaji hubungan bahasa dengan konteks dan hubungan pemakaian bahasa dengan pemakai/penuturnya. Dalam tindak oprasionalnya, kajian pragmatik itu berupaya menjelaskan bagaiman bahasa itu melayani penuturnya dalam pemakaian. Apa yang dilakukan penutur dalam tindak tutur itu ? tata tutur apa yang beroperasi sehingga bertutur itu serasi dengan penutur , teman tutur,serta konteks alam tutur itu. Dan perkembangan pragmatik dilandasi oleh pemikiran-pemikiran ahli bahasa terdahulu. Dengan demikian, pemikiran para ahli bahasa tersebut memberikan inspirasi para tata bahasawan sekarang untuk menyempurnakan dan membuktikan  kebenaran kebenaran teori –teori para ahli bahasa terdahulu. 

referensi
Chaer Abdul 2004. Sosiolinguistik perkenalan awal. Jakarta ; PENERBIT                      
           Rineka Cipta.
Tarigan Guntur Henry. 2015. Pengajaran pragmatik bandung. PENERBIT
          Angkasa Bandung
KaswantiPurbo, Bambang. 1990. Pragmatik dan Pengajaran Bahasa Menyimak        .        Yogyakarta: Kanisius.
Levinson,1972. Dasar-dasar Pragmatik. London: Longman
Abdurrahman. 2009. “Pragmatik: Konsep Dasar Memahami Konteks Tuturan     
           Yogyakarta: Pustaka Pelajaran
Rohmadi,Muhammad. 2010.Analisis Wacana Pragmatik.Surakarta:Yuma
          Pustaka pelajar -.
Fatimah. 2010.Wacana Pragmatik Kajian Teori dan Analisis Yogjakarta:
          Pustaka Pelajar
 

No comments:

Post a Comment