LANZURI.COM: CIRI-CIRI SASTRA DAERAH google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Friday, October 12, 2018

CIRI-CIRI SASTRA DAERAH

            Ciri-ciri satra daerah
 
Sastra daerah memiliki beberapa cirri-ciri sebagai berikut (lihat Vansina dalam Didipu, 2010: 9).
1. Milik bersama seluruh masyarakat.
2. Diturunkan melalui generasi melalui penuturan.
3. Berfungsi dalam kehidupan, dan kepercayaan masyarakat.
4. Bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk tingkah laku dan hasil kerja.
5. Diciptakan dalam variasi banyak sepanjang masa.
6. Bersifat anonim.
7. Mengandalkan formula, kiasan, simbol, gaya bahasa dan berbagai gejala kebahasaan lain dalam penampilan atau penceritaannya atau komposisinya.
Berdasrkan bentuknya, sastra daerah dibagi atas dua yatu sastra daerah tertulis dan sastra daerah lisan. Sastra daerah tulisan hadir dalam bentuk naskah-nskah tua dan sering dikaji secara filologi. Sementara sastra daerah lisan atau sering dikenal dengan sastra lisan seperti yang diungkapkan diatas, merupakan karya yang penyebarannya melalui mulut kemulut secara turun temurun (Endraswara, 2008: 151). Sastra lisan dikelompokkan dalam beberapa jenis. Hutomo (dalam Didipu, 2010: 15) mengelompokkan gendre sastra lisan sebagai berikut.
1. Bahan yang bercorak cerita.
a. Cerita-ceruta biasa (Tales)
b. Mitos
c. Legenda
d. Epik
e. Cerita tutur
f. Memori
2. Bahan yang bercorak bukan cerita.
a. Ungkapan
b. Nyanyian
c. Pribahasa
d. Teka-teki
e. Puisi lisan
f. Nyanyian sedih pemakaman
g. Undang-undang atau peraturan adat
3. Bahan yang bercorak tingkah laku (drama).
a. Drama panggung
b. Drama arena

No comments:

Post a Comment