LANZURI.COM: ANALISIS ASPEK GRAMATIKAL DAN ASPEK LEKSIKAL PADA LAGU “YANG TERDALAM” PETERPAN google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tuesday, September 2, 2014

ANALISIS ASPEK GRAMATIKAL DAN ASPEK LEKSIKAL PADA LAGU “YANG TERDALAM” PETERPAN

pagi all, pada kesempatan kali ini saya akan mempost tentang  ANALISIS ASPEK GRAMATIKAL DAN ASPEK LEKSIKAL PADA LAGU “YANG TERDALAM” PETERPAN. ini merupakan tugas akhir semester empat  tak usah bertele-tele sansung saja ni.



ANALISIS ASPEK GRAMATIKAL DAN ASPEK LEKSIKAL PADA LAGU “YANG TERDALAM” PETERPAN

A.  Pendahuluan
Noah (sebelumnya bernama Peterpan) adalah sebuah band dari Bandung, Indonesia. Band ini dibentuk pada tahun 2000 dan terkenal berkat lagunya. Sekarang band ini terdiri dari, Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David. Pada 2006, Andika dan Indra keluar dari band ini, Selanjutnya pada 2008, David masuk ke band ini.
Pada tahun 1997, Andika (kibor) membentuk band Topi dengan mengajak adik kelasnya di SMU 2 Bandung, Uki (gitar), Afrian (gitar), serta teman mainnya, Abel (bas) dan Ari (drum). Uki pun mengajak teman SMP-nya Ariel yang mengisi posisi vokal. Dengan formasi seperti itulah, mereka mulai manggung dan memainkan musik beraliran Brits alternatif. Kemudian Ari mengundurkan diri dan Topi pun bubar tanpa sebab yang pasti.
Andika mengumpulkan kembali personel Topi pada tahun 2000. Namun kali ini, posisi drum dipegang oleh Reza. Untuk memberi warna musik yang lebih dewasa dan lebih kaya melodi, maka diajaklah Lukman, teman kakak Indra, yang akhirnya jadi gitaris utama (lead guitar). Setelah terbentuk dengan formasi enam orang, mereka pun mengambil nama Peterpan. Tanggal 1 September 2000 secara resmi Peterpan terbentuk.
Pada tanggal 4 November 2006, Andika dan Indra, resmi keluar dari Peterpan. Kedua mantan personil Peterpan ini pada akhirnya membentuk Band lainnya yang diberi nama The Titans. Dengan keluarnya Andika dan Indra, posisi mereka ditempati oleh dua personil tambahan, yaitu David pada kibor dan Lucky pada bass. Perpecahan ini dipicu oleh ibunda Andika yang keberatan jika, Ariel, Uki, Lukman dan Reza, masih menggunakan nama Peterpan. Andika sempat mengancam akan paksa Peterpan stop manggung selama belum berganti nama.
Pada Mei 2007, Peterpan merilis album keempat mereka yaitu Hari yang Cerah. Acara launching album ini juga dibuat lain karena dilakukan di dua negara yaitu di RUUMS, Kuala Lumpur, pada 25 Mei 2007 dan di Monumen Pahlawan Gasibu, Bandung. Acara ini disiarkan langsung di 7 stasiun televisi. Album ini diklaim sebagai album terakhir mereka dengan nama "Peterpan". Ariel mengklaim bahwa pada akhirnya mereka akan melepaskan nama Peterpan dan menggunakan nama lainnya.
Pada 2008, Peterpan merilis album kompilasi bertajuk Sebuah Nama Sebuah Cerita. Album ini adalah karya terakhir Peterpansebagai ancang-ancang untuk ganti nama band pada tahun berikutnya. Lagu andalan album ini adalah "Walau Habis Terang", "Kisah Cintaku", "Dilema Besar", "Menunggu Pagi", dan "Tak Ada yang Abadi". Pada tahun yang sama, Peterpan dibuatkan Replika Patung dan dimasukkan ke Museum Nasional Indonesia. Pada tahun yang sama, David ditetapkan sebagai personil tetap Peterpan. Pada 2009, Lucky keluar dari Peterpan karena Lucky dianggap belum cocok mengisi posisi bass. Setelah Lucky keluar dan bergabung dengan Domino, posisi bass diisi oleh Ihsan Nurrachman.
Pada tahun 2012, album Suara Lainnya dirilis dengan menggunakan nama masing-masing personel yaitu "Ariel, Uki, Lukman, Reza, David". Album ini merupakan album berisi versi instrumental lagu-lagu Peterpan ditambah dengan lagu "Dara", sebuah singel yang diciptakan oleh Ariel di dalam tahanan. Selain itu, pada album ini, vokal pada lagu "Cobalah Mengerti" diisi oleh Momo Geisha. Album ini merupakan album pertama yang dirilis dengan tidak menggunakan nama Peterpan setelah kontrak penggunaan namanya resmi berakhir pada tahun 2009. Mereka adalah band satu-satunya yang mampu membuat album tanpa kehadiran sang vokalis di publik walaupun di balik itu semua sang vokalis banyak berkontribusi.
Nama baru tersebut sebenarnya sudah ada sejak 2010. Namun, Pada 2 Agustus 2012, band ini mengumumkan nama baru mereka, yaitu Noah. Noah sendiri berarti membuat nyaman, memberi ketenangan, dan panjang umur. Tidak hanya nama bandnya berganti, nama sebutan penggemar mereka juga berganti nama dengan menghilangkan embel-embel Peterpan. Pada bulan yang sama, menggunakan nama baru, band ini merilis singel "Separuh Aku".

B.  Deskripsi Lirik Lagu
Lagu “Yang Terdalam” merupakan lagu yang terangkum dalam album Sebuah Nama Sebuah Cerita yang dirilis pada tahun 2008. Berikut lirik  lagu Yang Terdalam secara utuh dan disertakan penomoran untuk memudahkan penulis dalam menganalisis.

{1} Ku lepas semua yangku inginkan
{2}Tak akanku ulangi
{3}Maafkan jika kau ku sayangi
{4}Dan bila ku menanti
{5}Pernahkah engkau coba mengarti
{6}Lihatlah ku disini
{7}Mungkinkah jika aku bermimpi
{8}Salahkah tuk menanti
{9}Tak kan lelah aku menanti
{10}Tak kan hilang cintaku ini
{11}Hingga saat kau tak kembali
{12} Kanku kenang di hati saja
{13} Kau telah tinggalkan hati yang terdalam
{14}Hingga tiada cinta yang tersisa dijiwa


C.  Analisis Tekstual Lirik Lagu Yang Terdalam
1.    Analisis Aspek Gramatikal
Aspek gramatikal wacana dalam analisis lagu Yang Terdalam ini meliputi pengacuan (reference), penyulihan (subtitution), dan pelesapan (ellipsis).
a.     Pengacuan (Reference)
Pada lirik lagu Yang Terdalam terdapat dua jenis pengacuan , yakni pengacuan, persona, dan pengacuan demonstrative.Pada lirik lagu Yang Terdalam terdapat dua  jenis pengacuan persona, yakni pronomina pertama tunggal, dan pronomina kedua tunggal. Pengacuan persona pronomina pertama tunggal dapat diperhatikan pada kutipan lirik lagu berikut:
(1) Ku lepas semua yangku inginkan {1}
(2) Tak akanku ulangi {2}
(3) Maafkan jika kau ku sayangi {3}
(4) Dan bila ku menanti {4}
(5) Lihatlah ku disini {6}
(6) Tak kan hilang cintaku ini {10}
(7) Kanku kenang di hati saja {12}
          Pada lirik lagu “Yang Terdalam” dapat ditemuka pronomina pertama tunggal, yaitu pronominal  persona bentuk terikat lekat –ku. Pada pronominal persona bentuk bebas aku, terdapat pada kutipan berikut:
(8) Mungkinkah jika aku bermimpi {7}
(9) Tak kan lelah aku menanti {9}
Untuk  pronominal persona bentuk kedua bebas kau seperti pada kutipan berikut
(10) Maafkan jika kau ku sayangi {3}
(11) Pernahkah engkau coba mengarti {5}
(12) Hingga saat kau tak kembali {11}
(13) Kau telah tinggalkan hati yang terdalam {13}

b.      Penyulihan (Subtitution)
Dalam lirik lagu Yang Terdalam terdapat penyulihan. Penyulihan ini terjadi pada kata hati yang kemudian diganti dengan kata jiwa
(13) Kau telah tinggalkan hati yang terdalam
(14) Hingga tiada cinta yang tersisa dijiwa


c.    Pelesapan (Ellipsis)
Pelesapan atau penghilangan satuan lingual tertentu sering digunakan para pencipta lagu untuk tujuan estetika. Lagu Yang Terdalam  juga memuat lirik-lirik yang mengalami pelesapan. Pelesapan dalam lagu tersebut dapat ditemukan pada kutipan-kutipan berikut:
(15) Ku lepas Ø semua yangku inginkan{1}
-Ku lepaskan semua yangku inginkan
(16) Dan bila Øku menanti {4}
-Dan bila aku menanti
(17) Pernahkah engkau Øcoba Ø mengarti {5}
-Pernahkah engkau mencoba untuk mengerti
(18) Ø Lihatlah Ø ku disini {6}
-Coba lihatlah aku disini
(19) Salahkah Ø Ø tuk menanti {8}
-Salahkah aku untuk menanti
(20) Tak  Ø kan Ø lelah aku menanti {9}
-Tak aka merasa lelah aku menanti
(21) Tak Ø kan Ø hilang Ø cintaku ini {10}
-Tak akan menghilang rasa cintaku ini
(22) Hingga saat Ø kau tak Ø Ø kembali {11}
-Hingga saatnya kau tak akan pernah kembali
(23)  Ø Kanku kenang di Ø hati saja {12}
-Akan ku kenang di dalam hati saja
(24)  Kau telah Ø Ø tinggalkan  hati yang terdalam {13}
-Kau telah pergi meninggalkan hati yang terdalam
(25)Hingga tiada Ø cinta yang tersisa di Ø jiwa {14}
-Hinggal tiada rasa cinta yang tersisa didalam jiwa



2.     Analisis Aspek Leksikal
Aspek leksikal wacana menitikberatkan pada segi makna atau struktur batin sebuah wacana. Aspek leksikal wacana dalam lirik lagu Laskar Pelangi meliputi repetisi (pengulangan), sinonimi (padan kata), kolokasi (sanding kata), hiponimi (hubungan atas bawah), dan antonimi (lawan kata).
a.      Repetisi (pengulangan)
Wacana berupa lagu sering ditemukan bentuk repetisi di dalamnya, terutama repetisi bait atau refren. Pada lagu Yang Terdalam tidak ditemukan repetisi bait. Pada lagu yang terdalam hanya ditemukan pengulangan kata, yaitu pada kata menanti ditemukan pada lirik sebagai berikut:
(26) Dan bila ku menanti {4}
(27) Salahkah tuk menanti{8}
(28) Tak kan lelah aku menanti {9}

Kata ku diulang pada lirik sebagai berikut:
(29) Ku lepas semua yangku inginkan {1}
(30) Tak akanku ulangi {2}
(31) Maafkan jika kau ku sayangi {3}
(32) Dan bila ku menanti {4}
(33) Lihatlah ku disini {6}
(34) Tak kan hilang cintaku ini {10}
(35) Kanku kenang di hati saja {11}

Kata cinta diulang pada lirik sebagai berikut:
(36) Tak kan hilang cintaku ini {10}
(37) Hingga tiada cinta yang tersisa dijiwa {14}

Kata hingga diulang pada lirik sebagai berikut:
(38) Hingga saat kau tak kembali {11}
(39) Hingga tiada cinta yang tersisa dijiwa {14}

Kata aku diulang pada lirik sebagai berikut:
(40) Mungkinkah jika aku bermimpi {7}
(41) Tak kan lelah aku menanti {9}

Kata kau diulang pada lirik sebagai berikut:
(42) Maafkan jika kau ku sayangi {3}
(43) Hingga saat kau tak kembali{11}
(44) Kau telah tinggalkan hati yang terdalam {13}

Kata jika diulang pada lirik sebagai berikut:
(45) Maafkan jika kau ku sayangi {3}
(46) Mungkinkah jika aku bermimpi {7}

Kata hati diulang pada lirik sebagai berikut:
(47) Kanku kenang di hati saja {12}
(48) Kau telah tinggalkan hati yang terdalam {13}

b.      Sinonimi (padan kata)
Sinonimi merupakan salah satu aspek leksikal yang mendukung kepaduan wacana. Sinonimi berfungsi sebagai penjalin hubungan makna yang sepadan antara satuan lingual tertentu dengan satuan lingual lain dalam wacana.
Lagu Yang Terdalam memuat dua sinonimi, yakni sinonimi morfem dan sinonimi kata.
(49) Ku lepas semua yangku inginkan {1}
(50) Tak akanku ulangi{2}
(51) Maafkan jika kau ku sayangi {3}
(52) Dan bila ku menanti {4}
(53) Pernahkah engkau coba mengarti {5}
(54) Lihatlah ku disini {6}
(55) Mungkinkah jika aku bermimpi {7}
(56) Tak kan lelah aku menanti {9}
(57) Tak kan hilang cintaku ini {10}
(58) Kanku kenang di hati saja {12}
Pada contoh diatas morfem(bebas) aku bersinonim dengan morfem (terikat) ku

(58) Maafkan jika kau ku sayangi {3}
(59) Pernahkah engkau coba mengarti {5}
(60) Hingga saat kau tak kembali {11}
(61) Kau telah tinggalkan hati yang terdalam {13}
(62) Pada contoh di atas morfem bebas engkau bersinonim dengan morfem kau

c.    Kolokasi (Sanding Kata)
Kolokasi dalam sebuah wacana berguna untuk mendukung kepaduan wacana. Dalam lagu Yang Terdalam tidak terdapat kolokasi.

d.      Hiponimi (Hubungan Atas Bawah
     Hiponimi merupakan alat kohesi leksikal yang makna kata-katanya merupakan bagian dari makna kata yang lain. Kata yang mencakupi beberapa kata yang berhiponim disebut hipernim atau superordinat. Di dalam lirik lagu Yang Terdalam tidak ditemukan unsur leksikal hiponimi.

e.       Antonimi (Lawan Kata)
Antonimi atau lawan kata disebut juga dengan oposisi makna. Oposisi makna merupakan konsep yang betul-betul berlawanan sampai kepada yang hanya kontras makna saja.Berdasarkan sifatnya, oposisi makna dapat dibedakan menjadi lima macam, yaitu oposisi mutlak, oposisi kutub, oposisi hubungan, oposisi hirarkial, dan oposisi majemuk. Di dalam lagu Yang Terdalam tidak ditemukan antonimi.

D.  Penutup

Lagu Yang Terdalam adalah salah satu lagu yang terangkum dalam album Sebuah Nama Sebuah Cerita yang dirilis pada tahun 2008 dan sangat dikenal masayarakat apalagi bagi anak muda yang menyukai lagu pop. Lirik lagu Esok Kan Bahagia Yang Terdalam merupakan salah salah satu jenis wacana yang memiliki struktur. Analisis tekstual lagu Yang Terdalam mencakup analisis gramatikal dan leksikal. Berdasar pada analisis gramatikal, di dalam lirik lagu Esok Kan Bahagia ditemukan beberapa aspek gramatikal, yaitu pengacuan (reference), penyulihan (subtitution), dan pelesapan (ellipsis). Dalam analisis secara leksikal, lirik lagu Yang Terdalam mengandung beberapa aspek leksikal, yaitu repetisi (pengulangan), dan sinonimi (padan kata). Untuk antonimi, kolokasi, hiponimi, dan ekuivalensi tidak ditemukan.

No comments:

Post a Comment