LANZURI.COM: SIKAP BAHASA DAN PEMILIHAN BAHASA DALAM SOSIOLINGUISTIK google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wednesday, November 20, 2013

SIKAP BAHASA DAN PEMILIHAN BAHASA DALAM SOSIOLINGUISTIK

SIKAP BAHASA DAN PEMILIHAN BAHASA

Assalamualaikum wr.wb sob posting kali ini membahasas tentang sosiolinguistik yang berkaitan sikat dan pemilihan bahasa oke lansung saja ya ane jabarkan.
Pemilihan bahasa lazimnya lahir akibat penggunaan bahasa dalam suatu masyarakat bilingual (dwibahasa) atau multilingual (multibahasa.) Dalam pemilihan bahasa, kekeliruan dalam pemilihan bahasa atau ragam bahasa yang cocok dengan situasi omunikasi itu tidak apat dihindari, dan kekeliruan tersebut dapat berakibat kerugian bagi peserta komunikasi. Oleh karena itu pada postingan ini akan mengkaji tentang sikap bahasa dan pemilihan bahasa yang mungkin kajian ini akan bermanfaat dalam memberikan wawasan tentang peristiwa komunikasi dalam maasyarakat multi bahasa  di Indonesia.

SIkAP BAHASA
sikap bahasa adalah anggapan atau pandangan seseorang terhadap suatu bahasa, apakah senang atau tidak terhadap bahasa tersebut, sehngga sikap bahasa mempengaruhi terhadap pemilihan bahasa.
Lembert menyatakan bahwa sikap itu terdiri dari tiga komponen, yaitu, komponen kognitif,komponen afektif dan komponen konatif. dengan penjelasan sebagai berikut

  • Komponen kognitif berhubungan dengan pengetahuan dan gagasan yang digunakan dalam proses berpikir.
  • Komponen afektif menyangkut masalah penilaian suka atu tidak suka terhadap sesuatu.
  • komponen konatif menyangkut prilaku atau perbuatan sebagai putusan akhir melalui komponen inilah orang biasanya mencoba menduga bagaimana sikap seseoorang terhadap keadaan yang dihadapinya.
Dewasa ini ada tiga ciri-ciri bahasa  yaitu:

  • Kesetiaan bahasa (language loyalty) yang mendorong masyarakat suatu bahasa untuk mempertahankan bahasanya, dan apabila perlu mencegah adanya pengaruh bahasa lain.
  • Kebanggaan bahasa( language prride) yang mendorong orang mengembangkan bahasanya dan menggunakannya sebagai lambang identitas dan kesatuan masyarakat.
  • Kesadaran adanya norma bahasa (awareness of the norm) yang mendorong yang mendorong orang mengunakan bahasanya dengan cermat dan santun dan merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap perbuatan yaitu kegiatan kegunaan bahasa (languagae use).
Pemilihan Bahasa
  • Pemilihan bahasa menurut Fasold (1984: 180) adalah memilih “sebuah bahasa secara keseluruhan” dalam suatu komunikasi. Dalam masyarakat multibahasa tersedia berbagai kode, baik berupa bahasa, dialek, variasi, dan gaya untuk digunakan dalam interaksi sosial. Dalam sebuah Negara, berlaku penggunaan dwibahasa dan setiap individu mengetahui lebih dari satu bahasa. Dalam masyarakat dwilingual atau multilingual, masyarakat harus memilih bahasa mana yang harus digunakan. Dalam hal pilihan ini ada tiga jenis pilihan yang dapat digunakan:
  • Alih kode, yaitu menggunakan suatu bahasa pada suatu keperluan dan bahasa lain pada keperluan yang lain. 
  • Campur kode, yaitu menggunakan bahasa tertentu dengan dicampuri sebagian dari bahasa lain.
  • Dengan memilih variasi bahasa yang sama.
Perspektif Sosiolinguistik tentang Pemilihan Bahasa
  • Sosiolinguistik melihat fenomena pemilihan bahasa sebagai fakta sosial dan menempatkannya dalam sistem lambang (kode), sistem tingkah laku budaya, serta sistem pragmatik. Dengan demikian, kajian sosiolinguistik menyikapi fenomena pemilihan bahasa sebagai wacana dalam peristiwa komunikasi dan sekaligus menunjukkan identitas sosial dan budaya peserta tutur. Hymes (1980) mengemukakan tujuh belas komponen peristiwa tutur (components of speech event) yang bersifat universal. Ketujuh belas komponen itu oleh Hymes diklasifikasikan lagi menjadi delapan komponen yang diakronimkan dengan SPEAKING:
  • setting and scene (latar dan suasana tutur) 
  • participants (peserta tutur) 
  • ends (tujuan tutur) 
  • act sequence (topik/urutan tutur) 
  • keys (nada tutur) 
  • instrumentalities (sarana tutur)
  • —norms (norma-norma tutur) 
  • genre (jenis tutur)  Pandangan Hymes tentang kedelapan komponen peristiwa tutur tersebut merupakan faktor luar bahasa yang menentukan pemilihan bahasa
Faktor-Faktor Penentu Pemilihan Bahasa
Ervin-Trip (dalam Grosjean 1982: 125) mengidentifikasikan empat faktor utama yang menyebabkan pemilihan bahasa, yaitu:
  • Situasi dan latar (waktu dan tempat) 
  • Partisipan dalam interaksi, yaitu mencakup hal-hal, seperti: usia, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial ekonomi, asal, latar belakang kesukuan, dan peranannya dalam hubungan dengan partisipan lain.
  • Topik percakapan
  •  Fungsi interaksi.
Sekian Penjelasannya wassalamualaikum wr.wb

No comments:

Post a Comment