LANZURI.COM: Contoh Makalah Strategi Retorika google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tuesday, November 19, 2013

Contoh Makalah Strategi Retorika

berikut adalah contoh makalah strategi retorika
A.Pengertian Strategi
Strategi, berasal dari istilah bahasa yunani yang aslinya berarti “seni sang jenderal” atau “kapal sang jenderal” dan kemudian diperluas mencakup seni para laksamana dan komandan angkatan udara (Sills, 1972:281). Dari perspektif psikologi, strategi dianggap sebagai metode pengumpulan informasi dan pengorganisasiannya sehingga dapat menetapkan suatu hipotesis. Dalam proses penentuannya, strategi ini merupakan proses berpikir yang mencakup pada apa yang disebut simultaneous scanning (pengamatan simultan) dan conservative focusing (pemusatan perhatian). Maksudnya, strategi dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara terpusat dan hati-hati. Sehingga bisa memilih dan memilahtindakan-tindakan yang lebih efektif untuk mencapai suatu tujuan (John, 1972:52) strategi merupakan upaya pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Karena itu pula littlejohn menyamakan strategi ini dengan “rencana suatu tindakan” dan metodologinya yang sangat mendasar dikemukakan Burke (Littlejohn,1978:72) sebagai the dramatistic pentad (segi lima dramatistik) dengan perincian sebagai berikut :Act, scene, agent, agency, purpose.
Strategi merupakan rancangan atau desain kegiatan dalam wujud penentuan serta penempatan semua sumberdaya yang menunjang keberhasilan suatu pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Kebijaksanaan, pada hakikatnya merupakan seni pengambilan keputusan yang teliti serta hati-hati dan didominasi oleh preosedur yang bersifat efektif dan efisien dalam memilih suatu tindakan (majone, 1981:15).
Konsep utama dalam melakukan kebijaksanaan ataupun perencanaan itu tiada lain adalah berfikir secara rasional berdasarkan fakta, data, dan fenomena yang ada untuk dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mewujudkan apa yang ingin dicapai.
Adapun uraian suatu kebijaksanaan yang dilandasi pertimbangan demikian dapat dianggap sebagai pola tindakan yang mencakup unsur-unsur pengikat suatu keahlian berpikir dalam menentukan langkah kerja. Dalam hal ini Majone (1981:18) mengemukakan empat unsur pokok sebagai timbulnya suatu tugas yakni: Materi, dayaguna, formal, final.Berikut pendapat para ahli mengenai pengertian strategi:
Menurut (Rengkuti, 2009, P3), strategi yaitu suatu alat untuk mencapai tujuan.
Menurut Mintzberg (2007), Konsep Strtegi itu sekurang-kurangnya mencakupi lima pengertian atau arti yang saling berkaitan, dimana strategi adalah suatu perencanaan untuk semakin memperjelas arah yang ditempuh organisasi secara rasional dalam mewujudkan tujuan-tujuan jangka panjangnya. Acuan yang berkenan dengan penilaian konsistensi ataupun inkonsistensi perilaku serta tindakan organisasinya.
Menurut Hamel dan Prahalad (1995), strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus- menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh generasi dimasa depan.
Menurut Karl Von Clausewitz, strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan perperangan.
Menurut A. Halim strategi adalah suatu cara dimana organisasi/ lembaga akan mencapai tujuannya, sesuai dengan peluang-peluang dan ancaman- ancaman lingkungan eksternal yang dihadapi, serta sumber daya dan kemampuan internal.
Konklusi merupakan hubungan antara komunikasi antara antar unsur-unsur tersebut dengan implementasinya. Maka analisis pemikiran dalam suatu kebijaksanaan pun akan mencakup masalah data, fakta, informasi, argumen, dan konklusi. Apabila dikonfirmasikan dengan teori the dramatistic pentad tadi, kiranya keempat unsur utama “penyebab timbulnya tugas” tersebut merupakan komponen yang menjiwai kelima segi unsur strategi. Dengan kata lain, strategi suatu tindakan adalah “kebijaksanaan” dalam mengatur komunikasi di antara aksi-aksi yang harus diambil, pelaksananya (aktor), suasana, alat,dan tujuan (maksud) setiap aksi (tindakan) itu, dengan memperhatikan unsur-unsur materi, daya guna, formalitas, dan finalisasi (konklusi) yang ditetapkan sebagai keputusan terakhir. Sedangkan kebijaksanaan merupakan pola pikir dalam mengambil keputusan untuk menetapkan pengaturan dan penataan komunikasi antar sumberdaya yang ada, serta menghubungkannya dengan implementasinya yang akan diwujudkan dalam bentuk taktik. Dalam proses “penyusunan strategi” tindakan terakhir yang dimaksudkan tadi adalah keputusan untuk memilih, memilah, mempertimbangkan, dan menetapkan unsur-unsur serta kebijakan yang bisa digunakan untuk menunjang kelancaran jalannya pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Sudah tentu semuanya menuntut adanya pemikiran yang didasari pengalaman, pengetahuan, dan praktik-praktik yang melandasi terwujudnya suatu “konsep”.
B.Pengertian Retorika
Retorika adalah seni atau keterampilan berkomunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain baik dalam bentuk lisan maupun tulisan secara langsung maupun tidak langsung. Retorika bisa diartikan sebagai public speaking atau berbicara didepan umum dengan intonasi yang jelas,mudah dipahami,dan sebagai sumber informasi. Berikut ini pengertian retorika menurut para ahli:
Menurut Wikipidia, retorika adalah sebuah teknik pembujuk- rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara, emosional atau argument
Menurut D.Beckett, retorika adalah seni yang mengafeksi pihak lain dengan tutur, yaitu dengan cara memanifulasi unsure-unsur tutur itu dan respon pendengar. Tindakan manipulasi ini dilakukan dengan perhitungan yang matang sebelumnya.
Menurut Donal C. Bryant, memandang retorika itu sebagai suatu tutur yang mempersuasi dan memberikan informasi yang rasional kepada pihak lain.
Menurut Bishop whatley, retorika itu suatu bahasa. Karena itu bahasa kita pahami kalau dia membatas retorika itu “retorika adalah seni yang mengajarkan orang kaidah dasar pemakaian bahasa yang efektif.

baca juga  MODAL IDEAL SAHAM UNTUK MAHASISWA
                 CARA DEPOSIT INDODAX ATAU CARA DEPOSIT RUPIAH KE INDODAX
                 CARA DAPAT DUIT 500 RIBU DARI INTERNET 
                 CARA MUDAH MENDAPATKAN BITCOIN TANPA MODAL




 Menurut Martin Steinmann, Jr retorika itu sebagai bahasa. Menurut retorikus ini, retorika berbicara tentang pemilihan yang efektif terhadap bentuk cara-cara mengungkap sinonim.
Menurut Gorys Keraf, menyatakan bahwa retorika sangat terkait dengan teknik pemakaian bahasa sebagai seni yang didasarkan pada pengetahuan yang tersusun baik. Jadi, ada dua aspek yang perlu diketahui seseorang dalam retorika yaitu pertama,pengetahuan mengenai bahasa dan pengunaan bahasa dengan baik, dan kedua, pengetahuan tentang objek tertentu yang akan disampaikan dengan bahasa itu. Oleh karwena itu retorika harus dipelajari dalam rangka ingin menggunakan bahasa yang sebaik-baiknya dengan tujuan tertentu (keraf, 1994: 1)
Menurut Nurgiyantoro (1993:295), menyatakan bahwa retorika adalah cara penggunakan bahasa untuk memperoleh efek estetik. Hal itu dapat diperoleh dengan kreativitas pengungkapan bahasa yaitu bagaimana pengarang menyiasati bahasa sebagai sarana untuk mengungkapkan gagasannya.
C.Strategi Komunikasi Dalam Retorika
Karena retorika memiliki prinsip dasar komunikasi, maka dalam penyusunan strateginya pun memperhitungkan strategi komunikasi pula. Strategi pada komunikasi dapat dikatakan suatu pola pikir dalam merencanakan kegiatan mengubah sikap, sifat, pendapat, dan tingkah laku khalayak atas dasar skala yang luas melalui penyampaian gagasan. Orientasinya terpusat pada tujuan akhir yang hendak dicapai dan merupakan kerangka sistematis pemikiran untuk bertindak dalam melakukan komunikasi. Dengan demikian strategi komunikasi adalah bagian dari perencanaan komunikasi, sedangkan perencanaan komunikasi itu sendiri, selain langkah awal dari proses pelaksanaan retorika, juga merupakan pengejewantahan dari kebijaksanaan dalam menentukan langkah-langkah dan sumber daya yang harus digunakan dalam proses retorikannya.
Kebijaksanaan komunikasi bagi retorika dapat disimpulkan sebagai kumpulan azas, norma, dan pertimbangan yang disusun untuk memadukan seluruh komponen dan perilaku komunikasi. Seperti halnya dalam melakukan komunikasi, komunikator harus memahami adanya sumber dan menafsirkan tujuan stimulusnya. Demikian pula komunikator harus memikirkan pembuatan pesan yang akan disampaikannya sehubungan dengan tujuan yang ingin dicapainya. Pendek kata, kebijaksanaan dimaksud merupakan perbuatan atau prosedur yang dipikirkan secara hati-hati sesuai dengan kelayakan serta kecerdikan komunikatornya dalam menyusun struktur (yang melibatkan hierarki, fungsi, dan posisi komponen) organisasi komunikasinya.
Sementara itu perencanaan umumnya menggambarkan tentang cara atau langkah yang telah diputuskan dan akan dilaksanakan dalam upaya pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Sebagai proses pembuatan rencana, perencanaan komunikasi pun merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk:
1. menentukan atau membatasi masalah,
2. memilih sasaran dan tujuan,
3. memikirkan cara-cara untuk melaksanakan upaya pencapaian tujuan, dan
4. mengukur kemajuan ke arah berhasilnya tujuan itu.
Oleh karena Onong menegaskan bahwa strategi komunikasi adalah perencanaan dan manajemen untuk mencapai tujuan komunikasi. Menurutnya, untuk mencapai tujuan itu strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah jalan, melainkan juga harus mempu menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya. Strategi komunikasi dimaksud harus mampu menunjukkan bagaimana operasionalnya secara praktis bisa dilakukan, dalam arti bahwa pendekatan bisa berbeda setiap saat tergantung pada situasi dan kondisi yang timbul saat komunikasi itu berlangsung. Dalam hal penyusunan strategi komunikasi, Onong mensyaratkan adanya pemikiran ke arah menentukan;
1. tujuan sentral kegiatan (komunikasi) yang akan dilaksanakan, dan
2. korelasi antar komponen yang menunjang serta memperlancar kegiatan (komunikasi) tersebut.
Mengenai tujuan sentral komunikasi Onong menunjuk pernyataan R. Wayne Pace, Brent D. Peterson, dan M. Dalas Burnet dalam buku Techniques for Effective Communication yang menyebutkan bahwa tujuan utama kegiatan komunikasi ada tiga, yakni: to secure understanding, to establish acceptance, dan to motivate action.
Tujuan to secure understanding adalah memastikan bahwa komunikan mengerti pesan yang diterimanya. Apabila tampak adanya pengertian dari mereka dan mau menerimanya, maka penerimaan itu harus dibina dengan cara atau tujuan kedua (to establish acceptance), sehingga akhirnya kegiatan komunikan bisa diarahkan (to motivate action) pada tindakan yang dikehendaki komunikatornya. Dalam retorika, orator harus bertindak sebagai komunikator. Selain dari itu Onong (1995 : 35) mengingatkan bahwa komunikasi merupakan proses yang rumit. Penyusunan strateginya memerlukan pemikiran dan memperhitungkan faktor pendukung dan penghambat. Komponen yang dimaksud adalah:
a. sasaran komunikasi, yang mencakup faktor kerangka referensi dan faktor situasi kondisi;
b. media komunikasi;
c. tujuan pesan komunikasi, yang pada hakikatnya disampaikan melalui isi serta simbolnya; dan
d. peranan komunikator dalam komunikasi yang meliputi daya tarik dan kredebilitasnya.
Dengan demikian strategi komunikasi dalam retorika mencerminkan kebijaksanaan dalam merencanakan masalah yang dipilih dan kegiatan komunikasi yang akan dilakukan guna memecahkan masalah itu, sedangkan manajemen komunikasinya menata dan mengatur tindakan yang akan diambil terhadap sumber daya yang tersedia guna melaksanakan strategi retorika itu. Dengan kata lain, strategi komunikasi dalam retorika menyangkut apa yang akan dilakukan (what to do), bagaimana hal itu bisa terjadi (how to make it happen). Secara singkat, Ahmad (1979: 39-41) menyusun strategi komunikasi melalui enam tahapan:
1. pengumpulan data dasar dan perkiraan kebutuhan;
2. perumusan sasaran dan tujuan komunikasi;
3. analisis perencanaan dan penyusunan strategi;
4. analisis khalayak dan segmentasinya;
5. seleksi media; dan
6. desain berikut penyusunan pesan.
1.Pengumpulan Data Dasar dan Perkiraan Kebutuhan
Informasi yang bersifat data dasar (base- line data) dan perkiraan kebutuhan (need assessment) adalah faktor penting dalam menentukan perumusan sasaran dan tujuan komunikasi, dalam mendesain strategi komunikasi dan mengevaluasi keefektifan komunikasi. Sasaran komunikasi biasanya dirumuskan atas dasar kepentingan dan kebutuhan khalayak yang diamati. Demikian pula prosedur evaluasi terhadap kegiatan komunikasi yang akan dilaksanakannya, baik secara formatif maupun summatif, sangat tergantung pada data dasar, terutama untuk bahan perbandingan. Dalam hal ini dikemukakan tiga komponen utama yang memerlukan koleksi data, yaitu.
1. Khalayak sasaran (target audience) mencakup:
a. umlah dan lokasi khalayak yang hendak dicapai;
b. profil sosio-ekonominya seperti: kelompok umur, pola-pola hidup keluarga, sistemkepercayaan tradisional (adatkebiasaan), norma-norma, nilai-nilai, dan lain-lain;
c.sumber-sumber informasinya; dan
d.pola-pola adat kebiasaan media.
2.Pengetahuan, sikap, dan praktik yang meliputi:
a) tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik khalayak sasaran bertalian dengan gagasan yang akan disampaikan; dan
b) bagaimana preskripsi-preskripsi sikap (seperti kesukaan dan ketidaksukaan) khalayak sasaran bertalian dengan gagasan yang hendak ditawarkan.
3.Inventarisasi media dan dampak, meliputi:
a) pengadaan (availabilitas) dan perolehan (aksebilitas) dari media (saluran) komunikasi yang berbeda-beda;
b) inventarisasi perangkat keras dan lunak
c) profil media seperti: readership, listenership, tingkat kejenuhan media, dan lain-lain;
d) persepsi-persepsi visual, auditif, audio visual, dan sebagainya.
2)Perumusan Sasaran dan Tujuan Komunikasi
Pada tingkat ini ada empat persoalan pokok yang perlu dipertanyakan untuk menentukan arah sasaran dan tujuan komunikasi yang direncanakan:
a) siapa yang menjadi khalayak sasaran tertentu dan harus dicapai?Khalayak sasaran ini diusahakan sekhusus mungkin, dan dapat terdiri dari beberapa kelompok sasaran prioritas;
b) di mana kelompok khusus (tertentu) itu berlokasi?;
c) mengapa kelompok tertentu itu dipilih menjadi kelompok sasaran?;
d) dengan alasan apa (mengapa) harus dicapai, maka jenis pesan apa yang harus disampaikan kepada kelompok sasaran tertentu itu?
Tahapan kedua ini sebenarnya tidak dapat dipisahkan dari tahap pertama, sebab kedua tahapan tersebut bekerja secara timbal-balik sehingga harus dilakukan secara simultan, terutama dalam menjawab persoalan “siapa” dan “di mana”.
3)Analisis Perencanaan dan Penyusunan Strategi
Langkah berikutnya adalah menerjemahkan sasaran dan pernyataan kebutuhan itu ke dalam satu strategi komunikasi yang bisa dikerjakan. Ada dua aspek yang saling berhubungan dari penyusunan strategi, yaitu pemilihan pendekatan komunikatif dan penentuan jenis pesan yang disampaikan.
4)Analisis Khalayak dan Segmentasinya
Analisis khalayak sasaran merupakan faktor yang paling penting dalam mendesain suatu strategi komunikasi yang efektif. Segmentasi khalayak biasanya perlu, karena adanya ciri-ciri maupun kebutuhan yang berbeda dari khalayak. Dalam hal ini profil khalayak tercermin dari gaya hidup, sikap, dan nilai-nilai pemikirannya, yang bisa memudahkan pembuatan pesan yang akan disampaikan komunikator.
5)Seleksi Media
Dalam menyeleksi media harus didaftarkan saluran-saluran komunikasi yang bisa mencapai khalayak. Kemudian setiap medium dievaluasi dalam batas-batas aplikabilitasnya untuk melaksanakan pencapaian tujuan komunikasi yang spesifik itu.
6)Desain dan Penyusunan Pesan
Dalam tahapan ini tema pesan, tuturan, dan penyajiannya harus ditentukan. Karenanya kegiatan pokok dari tahapan ini adalah mendesain prototipe bahan komunikasi yang juga memerlukan evaluasi formatif seperti pre-testing bahan prototipe pada khalayak sasaran. Khusus mengenai efek-efek yang perlu dipikirkan dalam menyusun strategi komunikasi, terutama dalam rangka pencapaian tujuan yang spesifik, Eric N. Berkowitz bersama Roger A. Kerin mengingatkan pendapat Lavidge tentang perlunya penentuan tujuan yang didasarkan pada hierarki efek yang merupakan rangkaian tingkat kesiapan komunikan dalam menerima pesan komunikasi yang disampaikan kepadanya. Hierarki efek dimaksud terdiri dari lima tahap, yaitu:
1) avereness (mengetahui atau menyadari), tahap di mana komunikan mampu mengenal atau mengingat pesan yang disampaikan kepadanya;
2) interest (perhatian atau minat), tahap di mana terjadi peningkatan keinginan komunikan untuk mempelajari beberapa keistimewaan dari pesan atau stimulus yang datang kepadanya;
3) evaluation (penilaian), tahap di mana komunikan menilai pesan atau stimulus yang diterimannya serta dikonfirmasikan dengan perasaan dan harapannya;
4) trial (percobaan), tahap di mana timbul kesungguhan komunikan untuk mencoba melaksanakan atau menggunakan pesan (gagasan atau barang); dan
5) adoption (pengadopsian), tahap di mana komunikan menerima atau memanfaatkan serta melaksanakan pesan setelah memperoleh pengalaman yang menyenangkan pada tahap percobaan tadi. Maksudnya, proses persuasi ataupun komunikasi dalam satu forum tertentu, seperti retorika, komunikan atau audiens tidak selalu mengubah dirinya secara tiba-tiba dari insan yang tidak tertarik pada pesan komunikasi langsung menjadi yang berkeyakinan akan manfaat pesan yang diterimanya itu.

D)Metode dan Teknik Komunikasi Bagi Retorika
Mengacu pada tujuan khusus komunikasi kita mengenal beberapa jenis. Untuk tujuan memberitahukan segala peristiwa yang terjadi sehari-hari, dapat dilakukan dengan menggunakan jurnalistik sebagai metodenya.
Untuk tujuan menciptakan dan membina hubungan harmonis antara lembaga dengan publiknya, orang melakukannya dengan menggunakan metode public relation. Kegiatannya merupakan satu usaha dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara institusi dengan publik melalui program kerja yang positif. Suatu hubungan “memberi dan menerima” antara kedua belah pihak sehingga terjalin suasana akrab. Hubungan dimaksud dibentuk melalui program kerja yang positif, dalam arti berusaha secara sistematis guna meningkatkan pengertian, jasa baik (good will), dan kepercayaan publik, serta secara intensif menghilangkan atau mengurangi suara-suara negatif dari publiknya.
Untuk tujuan memberitahu dan menjelaskan sesuatu yang belum pernah diketahui khalayaknya, komunikasi dilakukan dengan metode yang dikenal dengan sebutan pendidikan. Dalam kegiatannya pendidikan merupakan suatu upaya penyesuaian individu dengan suasana dan tuntuta zaman. Khusus bagi bangsa Indonesia, tujuan pendidikan yang sangat mendasar dan elementer adalah:
1.Mengembangkan semua bakat dan kemampuan seseorang baik yang masih kanak-kanak, maupun yang sudah dewasa, sedemikian rupa sehingga perkembangan tadi mencapai tingkat optimum dalam batas hakikat orang tadi. Pengembangan optimum ini mendasari kemampuan manusia untuk hidup dan bertahan dalam masyarakat secara terhormat.
2.Menempatkan bangsa Indonesia pada tempat terhormat dalam pergaulan antar bangsa sedunia.
Untuk tujuan memberitahu dalam arti menjelaskan sesuatu yang telah dikenal (diketahui keberadaannya), komunikasi dilakukan dengan menggunakan metode yang disebut penerangan atau penyuluhan yang diarahkan untuk membuat terang dan jelas sesuatu yang telah diketahui keberadaannya. Maksudnya, meskipun sesuatu itu telah diketahui keberadaannya, namun belum jelas hal ihwalnya, baik ciri, fungsi, dan manfaatnya.
Untuk tujuan membujuk dan mengajak orang berbuat kebaikan secara agamis, komunikasi dilakukan dengan metode dakwah (Islam), misi (Katolik), dan zending (Protestan). Aktivitasnya berupa penyebaran ajaran serta ajakan agar orang mau menganut agama yang dianjurkannya.
Untuk tujuan mengisi pikiran orang lain dengan suatu dogma, komunikasi dilakukan dengan menggunakan indoktrinasi (penataran). Kegiatan ini diarahkan untuk mengubah jalan pikiran atau kepercayaan dengan menanamkan ideologi atau falsafah hidup tertentu pada diri orang lain.
Untuk tujuan membujuk orang agar menganut suatu kepercayaan atau melakukan tindakan tertentu serta meyakinkan kebenaran kepercayaan, dilakukan dengan propaganda. Kegiatannya diarahkan pada upaya menyebarkan suatu pola prilaku, usaha bersama dalam pengamalan serta memajukan suatu doktrin, atau mempengaruhi kegiatan orang dengan memanipulasi pandangannya.
Sebenarnya banyak lagi cara lain untuk mengkomunikasikan suatu gagasan, jasa, ataupun barang selain dari metode komunikasi yang telah diuraikan tadi. Apabila kita cermati tujuan akhirnya, semua metode itu jelas hanya berusaha mengubah sikap, sifat, pend


E.Tradisi Retorika
Ada dua tradisi retorika yaitu:
1. Kebenaran haruslah logis, realitas dan benar.
2. Kebenaran itu absolut, tidak peduli apakah kebenaran ini punya nilai praktis.
Ada enam keistimewaan yang mencirikan tradisi ini:
1. Keyakinan bahwa berbica membedakan manusia dari binatang.
2. Ada kepercayaan bahwa pidato publik yang disampaikan dalam forum demokrasi adalah cara yang efektif untuk memecahkan masalah politik.
3.Retorika merupakan sebuah strategi di mana seseorang pembicara mencoba mempengaruhi pendengar melalui pidato yang jelas-jelas bersifat persuasif.public speaking pada dasarnya merupakan komunikasi satu arah.
4. Pelatihan kecakapan pidato adalah dasar pendidikan kepemimpinan. Seorang pemimpin harus dapat menciptakan argument-argumen yang kuat lalu dengan lantang menyuarakannya.
5. Menekankan pada kekuatan dan keindahan bahasa untuk menggerakan orang banyak secara emosional dan menggerakan mereka untuk bereaksi atau bertindak.
6. Sampai tahun 1800-an, perempuan tidak memiliki kesempatan untuk menyuarakan haknya. Jadi retorika merupakan sebuah keistimewaan bagi kaum perempuan.





BAB III
PENUTUP

A.SIMPULAN
Retorika adalah seni atau keterampilan berkomunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain baik dalam bentuk lisan maupun tulisan secara langsung maupun tidak langsung. Retorika bisa diartikan sebagai public speaking atau berbicara didepan umum dengan intonasi yang jelas,mudah dipahami,dan sebagai sumber informasi.
Strategi merupakan rancangan atau desain kegiatan dalam wujud penentuan serta penempatan semua sumberdaya yang menunjang keberhasilan suatu pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Kebijaksanaan, pada hakikatnya merupakan seni pengambilan keputusan yang teliti serta hati-hati dan didominasi oleh preosedur yang bersifat efektif dan efisien dalam memilih suatu tindakan (majone, 1981:15).
Konsep utama dalam melakukan kebijaksanaan ataupun perencanaan itu tiada lain adalah berfikir secara rasional berdasarkan fakta, data, dan fenomena yang ada untuk dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mewujudkan apa yang ingin dicapai.
Adapun uraian suatu kebijaksanaan yang dilandasi pertimbangan demikian dapat dianggap sebagai pola tindakan yang mencakup unsur-unsur pengikat suatu keahlian berpikir dalam menentukan langkah kerja. Dalam hal ini Majone (1981:18) mengemukakan empat unsur pokok sebagai timbulnya suatu tugas yakni: Materi, dayaguna, formal, final.

B.Saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita untuk lebih mengerti serta memahami tentang strategi retorika.

2 comments: