LANZURI.COM: AKU TULIS PAMPLET INI google.com, pub-8290688651244715, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Friday, November 23, 2012

AKU TULIS PAMPLET INI



AKU TULIS PAMPLET INI
Aku tulis pamplet ini 
karena lembaga pendapat umum 
ditutupi jaring labah-labah 
Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk, 
dan ungkapan diri ditekan 
menjadi peng – iya – an
Apa yang terpegang hari ini 
bisa luput besok pagi 
Ketidakpastian merajalela. 
Di luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-teki 
menjadi marabahaya 
menjadi isi kebon binatang
Apabila kritik hanya boleh lewat saluran resmi, 
maka hidup akan menjadi sayur tanpa garam 
Lembaga pendapat umum tidak mengandung pertanyaan. 
Tidak mengandung perdebatan 
Dan akhirnya menjadi monopoli kekuasaan
Aku tulis pamplet ini 
karena pamplet bukan tabu bagi penyair 
Aku inginkan merpati pos. 
Aku ingin memainkan bendera-bendera semaphore di tanganku 
Aku ingin membuat isyarat asap kaum Indian.
Aku tidak melihat alasan 
kenapa harus diam tertekan dan termangu. 
Aku ingin secara wajar kita bertukar kabar. 
Duduk berdebat menyatakan setuju dan tidak setuju.
Kenapa ketakutan menjadi tabir pikiran ? 
Kekhawatiran telah mencemarkan kehidupan. 
Ketegangan telah mengganti pergaulan pikiran yang merdeka.
Matahari menyinari airmata yang berderai menjadi api. 
Rembulan memberi mimpi pada dendam. 
Gelombang angin menyingkapkan keluh kesah
yang teronggok bagai  sampah 
Kegamangan. Kecurigaan. 
Ketakutan. 
Kelesuan.
Aku tulis pamplet ini 
karena kawan dan lawan adalah saudara 
Di dalam alam masih ada cahaya. 
Matahari yang tenggelam diganti rembulan. 
Lalu besok pagi pasti terbit kembali. 
Dan di dalam air lumpur kehidupan, 
aku melihat bagai terkaca : 
ternyata kita, toh, manusia !
Pejambon Jakarta 27 April 1978 
Potret Pembangunan dalam Puisi

Oleh : 
W.S. Rendra

No comments:

Post a Comment